Minggu, 25 Desember 2016

Kebahagiaan

Menurut kalian,apa kebahagiaan itu?ataukah kapan kalian dikatakan bahagia?apakah apa pada saat memiliki rumah bagus?ataukah pada saat mendapatkan hadiah mobil mewah?ataukah pada saat memakai barang- barang atau pakaian mahal dan bermerk?
 Kalau  begitu,mengapa banyak orang yang tertawa bahagia saat menaiki angkutan umum?pernah kalian melihat pemulung dengan baju compang camping tertawa sambil menggendong anaknya? Mereka yang tinggal di kolong jembatan beralaskan tanah lebih sering tertawa dari mereka yang hidup di atas permadani sutera. Artinya,kebahagiaan itu bukan cuma milik mereka yang kaya raya.karena kebahagiaan itu ejaannya bukan "MATERI".
Saat kau merasa tidak bahagia karena tidak bisa liburan keluar negeri seperti para artis,atau bahkan teman- teman kamu di sosial media, pernahkah kamu berpikir betapa beruntungnya dirimu? Apa yang kamu lihat sekarang,itu adalah impian orang tuna netra yang tidak bisa melihat indahnya dunia. Apa yang kamu dengarkan meskipun itu berisik,itu adalah impian orang tuna rungu yang tidak bisa mendengar apapun bahkan suara anaknya.
Lantas apa yang perlu kita keluahkan dengan kesempurnaan fisik yang diberikan? Bukankah itu anugerah terbesar dan terindah dari Sang Pencipta? Namun kadang kita lupa untuk mensyukurinya. Kita hanya sibuk memikirkan hal- hal yang tidak kita miliki. Tapi lupa untuk bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, yang bisa jadi itu adalah impian orang lain.

Kebahagiaan

Menurut kalian,apa kebahagiaan itu?ataukah kapan kalian dikatakan bahagia?apakah apa pada saat memiliki rumah bagus?ataukah pada saat mendapatkan hadiah mobil mewah?ataukah pada saat memakai barang- barang atau pakaian mahal dan bermerk?
 Kalau  begitu,mengapa banyak orang yang tertawa bahagia saat menaiki angkutan umum?pernah kalian melihat pemulung dengan baju compang camping tertawa sambil menggendong anaknya? Mereka yang tinggal di kolong jembatan beralaskan tanah lebih sering tertawa dari mereka yang hidup di atas permadani sutera. Artinya,kebahagiaan itu bukan cuma milik mereka yang kaya raya.karena kebahagiaan itu ejaannya bukan "MATERI".
Saat kau merasa tidak bahagia karena tidak bisa liburan keluar negeri seperti para artis,atau bahkan teman- teman kamu di sosial media, pernahkah kamu berpikir betapa beruntungnya dirimu? Apa yang kamu lihat sekarang,itu adalah impian orang tuna netra yang tidak bisa melihat indahnya dunia. Apa yang kamu dengarkan meskipun itu berisik,itu adalah impian orang tuna rungu yang tidak bisa mendengar apapun bahkan suara anaknya.
Lantas apa yang perlu kita keluahkan dengan kesempurnaan fisik yang diberikan? Bukankah itu anugerah terbesar dan terindah dari Sang Pencipta? Namun kadang kita lupa untuk mensyukurinya. Kita hanya sibuk memikirkan hal- hal yang tidak kita miliki. Tapi lupa untuk bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, yang bisa jadi itu adalah impian orang lain.

Senin, 24 Oktober 2016

Sudahkah Anda Bersyukur Hari ini? (sendal Jepit Tukang Ojek)

 Sore ini, seperti biasanya sepulang mengajar saya selalu menelpon langganan ojek saya untuk menjemput di tempat biasa,(di depan jurusan).lima menit kemudian, bapak ojek tersebut sudah membunyikan klakson didepan gedung ruangan saya. Bapak ojek,begitulah saya menyebutnya. karena sampai saat ini, selama hampir dua bulan menjadi langganan ojek, saya tidak pernah menanyakan siapa namanya. saya bergegas keluar begitu melihat bapak ojek dari balik jendela ruangan saya. sesampai di luar, beliau menstarter motornya secara manual. tiba- tiba sendal jepit yang dia gunakan putus. Dia memungut sendalnya dan meletakkannya di bagian depan motor, dan menggunakan sendal hanya sebelah. Sepanjang perjalanan, saya terus kepikiran dengan sendal jepit itu. 

keesokan harinya, sepulang mengajar saya menelpon Bapak Ojek. tidak seperti biasanya, nomornya tidak aktif. beberapa lama menelpon dan tidak ada jawaban, saya memutuskan untuk berjalan ke pangkalan ojek. Dari kejauhan saya melihat Si Bapak Ojek dengan topi merah kesayangannya. sayapun melambaikan tangan, dan Si Bapakpun menghampiri saya. begitu dia mendekat, perhatian saya langsung tertuju pada sendal jepit yang dia gunakan. masih sendal jepit yang sama dengan yang putus kemarin. MasyaAllah... dalam hati saya bergumam, ada perasaan sedih dan haru yang tiba- tiba menyerang. 

Tanpa basa- basi saya langsung menanyakan kenapa Nomor Handphonenya tidak bisa dihubungi. "iye...dicuri HPku waktu shalat subuh tadi di Mesjid".( iya, HP saya dicuri saat shalat Subuh di Masjid). dengan nada kaget saya balik bertanya, "kenapa bisa pak?". "waktuku wudhu, saya simpan di sendalku.saya lupa ambil. waktu keluarka cari, tidak adami".( waktu saya Wudhu, saya meletakkannya di dekat sendal. begitu saya keluar untuk mengambilnya, sudah tidak ada). masih adakah orang setega itu mencuri di Mesjid?

pengalaman saya di atas mungkin cara Allah mengingatkan saya, bahwa masih banyak orang lain dengan kondisi yang lebih buruk dari kita. setiap hari kita mengeluh karena lelah bekerja, sementara di luar sana banyak orang yang sangat membutuhkan pekerjan. kita sering mengeluh tentang sendal yang dibelikan ibu yang kadang tidak sesuai dengan keinginan kita. sementara di luar sana banyak orang yang memakai sendal yang sudah berkali- kali putus. 

Astagfirullah... Terima kasih Ya Rabb... atas segala nikmat yang telah Engkau berikan...

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...