Saat ini Siapa yang tak kenal dengan media sosial. Mulai dari
yang tua sampai yang muda sangat menggandrungi “mainan” ini. Orang- orang
bahkan rela duduk berjam- jam di depan laptop atau berbaring sambil memandangi Handphone demi media sosial. Saya sangat
tertatrik jika mengkaji hal- hal tentang media sosial. Sebab produk new media
yang satu ini tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Media sosial
merupakan hasil dari konvergensi media atau penggabungan media. Yakni media
lama dan media baru atau dikenal dengan istilah New Media.
Media sosial adalah sarana/ Media yang digunakan orang-
orang untuk terhubung dengan orang- orang yang ada di sekitarnya. Atau dengan
kata lain sarana yang digunakan untuk bersosialisasi. Media sosial sebenarnya
sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tahun 1978 orang- orang menggunakan papan buletin
sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Namun tentunya
dengan jangkauan yang terbatas, sebab hanya dapat ilihat oleh orang- orang
dengan jarak yang dekat saja.
Seiring dengan perkembangan zaman, media sosial kini
berevolusi dan menghasilkan banyak produk yakni, website, blog, konten, situs
jejaring sosial, virtual game world, dan virtual social world. Namun, banyak
kesalah pahaman yang terjadi dimasyarakat saat ini. Kebanyakan menganggap bahwa
media sosial hanya terbatas pada aplikasi facebook, twitter, Whatsapp, dan
aplikasi- aplikasi lain yang sedang tren saat ini. Padahal aplikasi- aplikasi
tersebut termasuk dalam situs jejaring sosial yang menjadi sub bagian dari
media sosial.
Fenomena masyarakat saat ini sangat rentan terpapar virus
media sosial, khususnya jejaring sosial.
Hal ini tentunya menjadi lahan empuk bagi pembuat aplikasi jejaring
sosial untuk terus berinovasi dan berlomba- lomba menyediakan fitur- fitur yang
lebih menarik. Jika dahulu orang- orang
hanya dapat mengakses friendstrer dengan mendatangi warnet, maka saat ini orang-orang dapat mengakses
Instagram atau facebook melalui smartphone sambil bersantai di rumah. Provider- providerpun turut berlomba
mempromosikan kuota murah unlimited.
Seperti halnya media massa pada umumnya, Media sosial juga memiliki
beberapa fungsi diantaranya fungsi informatif, fungsi edukatif, fungsi persuasif,
dan fungsi menghibur. Dikatakan informatif
karena media sosial digunakan untuk
saling bertukar informasi yang bermanfaat. Media sosial juga kerap digunakan
sebagai sarana edukasi bagi semua kalangan, baik pelajar maupun mahasiswa. Kemampuan
media sosial untuk mempengaruhi atau mengajak orang lain tentunya tidak
diragukan lagi. Selanjutnya fungsi hiburan yang banyak diklaim oleh masyarakat
namun juga sering disalah artikan.
Saat ini tidak jarang kita jumpai orang-orang mengupdate status WA atau Istastory bagaikan
diary. Gerak dikit upload, balik kanan upload, hadap kiri upload. Tidak mengenal
batasan usia, anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa sekalipun, rata- rata
memiliki perilaku dalam menggunakan jejaring sosial yang sama. Jika melihat
dari kacamata media sosial sebagai fungsi hiburan, maka tidak ada yang salah
dari fenomena itu. Sebab bisa saja orang- orang mengatasi kejenuhan mereka
dengan update status,foto, atau video di
media sosial, dan saling beromentar. Yang menjadi persoalan kemudian adalah,
ada sebagian orang yang tidak siap mental untuk menghadapi terpaan postingan
orang- orang tentang kehidupannya di media sosial.
Namanya saja jejaring sosial, dunia maya. Tentunya tidak
semua yang kita saksikan itu betul adanya. Sebab ada dua tipe pengguna media sosial, khususnya jejaring
sosial. Ada tipe apa adanya, dan ada tipe
yang ada apanya. Tipe apa adanya adalah tipe dimana kehidupan dunia mayanya
sama dengan kehidupannya di dunia nyata. Sedangkan tipe yang ada apanya adalah,
tipe dimana kehidupan dunia mayanya jauh berbeda dari kehidupan dunia nyatanya.
Oleh karena itu, tidak seharusnya status- status atau postingan orang lain di media
sosial dijadikan sebagai pembanding kehidupan yang kita jalani. Sebab jika kita
merasa iri,dengki bahkan gila melihat postingan orang lain, maka kesalahan
tidak terletak pada orang yang memposting. Tapi salah kita yang terpengaruh
dengan postingan orang lain yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan hidup
yang kita jalani.
Jadi, mari kita kembali pada istilah Smartphone for Smart People. Orang lain bisa melakukan apa saja
dengan gadget yang mereka miliki. tugas kita bukan menjudge atau ikut-ikutan
dengan hal yang tidak sesuai dengan kepribadian kita. Semoga kita tetap
istiqomah menjalankan kehidupan normal di dunia nyata maupun dunia maya, agar
dunia kita tetap diridhoi oleh-Nya.



