Minggu, 04 Oktober 2020

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

 



Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi yang disampaikan melalui media sosial dapat diakses oleh semua orang di segala penjuru dunia. Meskipun demikian, keakuratan informasi di media sosial juga seringkali diragukan, sebab telah banyak kasus penyebaran berita hoax yang terjadi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pengguna media sosial agar tetap berhati- hati atas informasi yang diperoleh melalui media sosial, khusunya situs jejaring sosial.

Saat ini media sosial tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan semata, namun telah bertransformasi menjadi kebutuhan. Permasalahan yang muncul kemudian adalah, tidak semua pengguna media sosial dapat menggunakannya secara bijak. Banyak konten- konten yang tidak pantas disaksikan oleh anak- anak di bawah umur. Anak- anak yang belum matang secara psikis, akan mencerna mentah- mentah apa yang mereka saksikan kemudian mempraktekkannya. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab merosotnya moral bangsa.

Kebiasaan generasi muda mengakses media sosial dengan intens setiap hari, mau tidak mau membawa dampak bagi mental mereka. Terlebih jika apa yang mereka konsumsi di media sosial diluar dari pengawasan orang tua. Tayangan berita mengenai kejahatan di media sosial hampir tiap hari kita saksikan. Mulai dari kriminalitas, penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, homoseksual, dll. Dan kebanyakan pelakunya adalah anak pada usia remaja.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai- nilai moral Pancasila. Nilai- nilai moral tersebut telah mencakup semua aspek kehidupan manusia sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara. Nilai- nilai moral tersebut yakni nilai- nilai yang mengatur tentang keTuhanan, kemanusiaan, pesrsatuan bangsa, kerakyatan, dan keadilan. Namun, seirig dengan perkembangan zaman, khususnya perkembangan teknologi, seolah mengikis nilai- nilai moral bangsa khususnya generasi muda.

Dekadensi moral tersusun dari dua kata, yakni ‘dekadensi’ dan ‘ moral’. Secara umum kata dekadensi dapat diartikan sebagai "penurunan" atau "kemerosotan", dalam penggunaannya, kata dekadensi lebih sering merujuk pada segi-segi sosial seperti moral, ras, bangsa, agama, sikap dan seni.

Menurut Lickona,  ada 10 indikasi gejala penurunan moral yang perlu mendapatkan perhatian agar berubah ke arah yang lebih baik, yaitu  Kekerasan dan tindakan anarki, Pencurian, Tindakan Curang, Pengabaian terhadap aturan yang berlaku, Tawuran antar siswa, Ketidaktoleran, Penggunaan bahasa yang tidak baik, Kematangan seksual, yang terlalu dini dan penyimpangannya, Sikap perusakan diri, Penyalahgunaan Narkoba. (Lickona, 2013)

perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial telah membawa dampak bagi kemerosotan moral bangsa. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi orang tua dan tenaga pendidik sebagai ujung tombak pendidikan bangsa. Tidak ada lagi alasan bagi seorang pendidik untuk bermasa bodoh dengan fenomena sosial yang terjadi di kalangan generasi muda. Peran aktif semua pihak sekecil apapun dapat menyelamatkan masa depan bangsa.

 


Minggu, 13 September 2020

Bahagiamu Terletak Pada Rasa Syukurmu

 Definisi kebahagiaan itu relatif, akan berbeda pada setiap orang. Yang pasti definisi bahagia itu bukanlah"popularitas". Sebab jika kebahagiaan itu terletak pada popularitas, tidaklah mungkin seorang marlyn monroe aktris terkenal dunia akan mati karena overdosis. Kebahagiaan bukan pula terletak pada "harta". Sebab banyak pula orang dengan harta berlimpah namun rela mengakhiri hidupnya karena depresi.


Ada orang yang hanya mampu membeli beras dan lauk seadanya, namun dia makan dengan begitu lahap dan bahagia. Banyak orang yang tidur beralaskan tanah, namun tidurnya sangat lelap, dan dia bangun dengan perasaan bahagia.

Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan dan menyaksikan kebahagiaan orang lain yang belum tentu kebenarannya, sehingga kita lupa menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Si anu enak yah hidupnya,bisa beli ini, beli itu. Si itu enak yah, bisa kesana kesini pake mobil mewah,adem,nyaman, dll. Kita lupa bahwa dunia ini hanya perhiasan yang fana.

Bahagia itu terletak dari seberapa mampu kita untuk mensyukuri segala yang Tuhan berikan. Ketika diberi cobaan,kita bersyukur,maka kita akan merasa bahagia. Sebab ketika kita menginginkan lebih dari yang telah diberikan, yakinlah kita tidak akan pernah merasa bahagia. 

Minggu, 06 September 2020

Perkataanmu adalah Doamu

 


Dalam kehidupan kita, tentunya kita akan mengeluarkan ratusan atau bahkan ribuan kata setiap hari. Hal ini tidak dapat kita hindari, sebab kata yang kita keluarkan adalah sarana kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. kita sering mendengarkan kalimat yang berbunyi “perkataan adalah Doa”. Bahkan mungkin kita sering mengucapkannya pada saat kita sedang berbicara dengan teman, sahabat, ataupun keluaga. Hal ini sejalan pula dengan  sebuah hadist yang berbunyi “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”( HR.Bukhari dan Muslim).

Kita dianjurkan untuk berkata yang baik saja, sebab boleh jadi apa yang kita katakan akan menjadi doa bagi diri sendiri ataupun orang lain. Saya teringat dengan pengalaman beberapa tahun silam. Saat saya masih melanjutkan studi Magister di kota Makassar. Seorang teman bertanya, “jika selesai kuliah, kamu akan kerja dimana?” tanpa pikir panjang saya menjawab “ saya akan kembali mengabdi di kampung halaman saya”. Padahal saat itu, saya sama sekali tidak memiliki keinginan untuk kembali bekerja di tanah kelahiran saya. Dan benar saja, Allah mengijabah apa yang saya katakan waktu itu. Saya ditakdirkan kembali mengabdi untuk tanah kelahiran saya tercinta.

Namun terkadang kita lupa, bahwa perkataan adalah doa. kata- kata yang kita keluarkan, tidak semuanya perkataan yang baik. Apa lagi pada saat marah, seringkali kita mengeluarkan kata- kata yang tidak sepantasnya kita ucapkan. Perkataan itu mungkin keluar begitu saja tanpa kita sadari. Lalu dikemudian hari,  suatu hal tiba- tiba terjadi pada kehidupan kita. Dan hal tersebut persis dengan ucapan kita pada saat marah. Yah, karena perkataan adalah doa.

tentunya sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan khilaf, berkata yang baik saja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Hal ini akan menjadi self reminder buat saya pribadi yang terkadang masih sulit untuk mengontrol setiap produksi kata- kata yang  keluar dari mulut ini.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

”Seseorang mati karena tersandung lidahnya

Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya

Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya

Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”


Selasa, 11 Agustus 2020

"Me Time", bentuk penghargaan kepada diri sendiri

 


Istilah me time tentu tidak asing lagi di telinga kita. Me time yang diartikan sebagai waktu pribadi adalah sebuah bentuk penghargaan terhadap diri kita sendiri. Selain harus menjaga hubungan baik dengan manusia lain, kita juga harus menjaga hubungan baik dengan tubuh sendiri. Setiap idividu memiliki pandangan  yang berbeda dalam hal “me time” ini. Ada yang menghabiskan me time dengan melakukan traveling ke berbagai tempat seorang diri, ada yang menghabiskan me time dengan nonton film di bioskop, ada yang lebih senang berdiam di kamar sambil membaca buku, menulis diary, atau sekedar mendengarkan music,dll. Saya pribadi lebih senang menghabiskan me time dengan berbenah rumah, nonton TV, membaca buku, yang jelas tidak keluar rumah.

Mengapa me time itu penting dilakukan? Marianne Legato seorang kardiolog dan penulis buku berpendapat bahwa , Jika kita kekurangan waktu untuk diri sendiri, kita tidak akan memiliki kendali terhadap hidup kita,  . Manusia biasa pasti sering mengalami titik jenuh dengan rutinitas sehari- hari yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Banyaknya pekerjaan kantor yang hampir tidak pernah ada selesainya, belum lagi jika ada masalah lain yang membelit, terkadang membuat kita merasa stress sampai depresi. Menurut data  WHO, depresi adalah gangguan mental umum yang mempengaruhi lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia.hal  Ini ditandai dengan kesedihan yang terus-menerus dan kurangnya minat atau kesenangan dalam kegiatan yang sebelumnya bermanfaat atau menyenangkan.

Kita perlu melakukan refresh untuk memulihkan kembali tenaga, hati, dan  pikiran agar kembali segar melakukan rutinitas sehari- hari. maka jangan heran jika banyak orang yang rela mengeluarkan biaya besar untuk melakukan traveling ke luar negeri untuk menikmati me time. Memaksakan sesuatu pekerjaan untuk dilakukan saat kondisi pikiran sudah jenuh, tidak akan menghasilkan apapun. Seperti gelas yang telah terisi penuh, jika terus diisi dengan air maka airnya akan tumpah. Jadi sebaiknya, kosongkan gelasnya terlebih dahulu, kemudian diisi kembali dengan air.

Memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk  Me time bukan berarti menampakkan keegoisan. Sebab tubuh tempat bersemayamnya roh yang dianugerahkan oleh Allah SWT, juga wajib untuk dijaga kesehatannya. Jiwa dan raga kita adalah kendaraan yang kita gunakan di muka bumi untuk melakukan aktivitas sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Jika tidak dijaga dengan baik sama artinya kita tidak menjaga amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita.  seperti sabda Rasulullah  SAW ,"Sungguh, badanmu memiliki hak atas dirimu. ” (HR. Muslim). Adapun yang termasuk dalam hak badan yaitu, memberikan makanan pada saat lapar, memberikan minuman pada saat haus, membersihkan diri pada saat kotor, mengobati pada saat sakit, dan memberikan istirahat pada saat lelah.


Minggu, 26 Juli 2020

Semiotika Komunikasi : Alam Adalah Kitab Yang Terbentang




Allah SWT menurunkan kitab Al-Qur'an melalui perantara Rasulullah sebagai petunjuk bagi umat manusia di muka bumi. Alquran begitu kompleks memuat tentang ajaran- ajaran kehidupan, proses penciptaan langit dan bumi, penciptaan jin dan manusia, kisah para Nabi ratusan juta tahun yang lalu, ilmu pengetahuan, dan segalanya terdapat dalam Alquran. Kita semua sebenarnya sadar akan hal itu. Namun terkadang kesibukan menjadi kambing hitam sehingga kita lalai dalam membaca dan mentadabburi pesan- pesan cinta Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Astagfirullah…

Alam raya diciptakan Allah SWT sebagai tempat tinggal manusia dan seluruh mahluk ciptaannya. Namun pernahkah kita menyadari bahwa alam raya juga merupakan kitab yang dibentangkan Allah agar manusia mengambil pelajaran dan hikmah dari segala peristiwa yang terjadi? Saya mengambil contoh kasus seperti ini, dipagi hari ketika Ahmad akan berangkat ke kantor tiba- tiba Ahmad tersandung batu kecil di depan rumah. Ahmad  menggerutu, “ahh… kenapa harus terjatuh sih? “Padahal dia sedang buru- buru karena takut akan telat tiba di kantor. Bukan hanya menggerutu, Ahmad bahkan tidak sadar mengumpat ke batu kecil tadi. Akhirnya Ahmadpun berngkat ke kantor dengan perasaan yang gusar, campur aduk antara sakit karena jatuh dan takut terlambat. Dalam perjalanan ke kantor, Ahmad melihat orang ramai di tengah jalan, diapun kembali  menggerutu, “aduhh… tambah telat deh”. ahmadpun akhirnya turun dari kendaraan dan menghampiri keramaian orang. Ternyata telah terjadi sebuah kecalakaan sekitar 5 menit yang lalu. Barulah si Ahmad sadar bahwa, 5 menit yang lalu dia sedang tersandung batu kecil dan telah diselamatkan oleh Allah dari kecelakaan yang  besar .

Lain si Ahmad, lain pula dengan si Ani.  Ani sedang merasakan hatinya berbunga- bunga karena baru saja dilamar oleh sang pujaan hati setelah pendekatan 6 bulan dan akhirnya Ta’aruf  9 tahun. Persiapan pernikahanpun dilakukan, mulai dari memesan gedung pernikahan, catering, dekorasi, cetak undangan, foto prewed, sampai memesan tiket bulan madu ke Eropa. Begitu matang dan indah rencana pernikahan mereka. Namun satu minggu sebelum hari H, sang calon mempelai pria tiba- tiba ingin membatalkan acara  pernikahan mereka tanpa alasan yang jelas. Hancurlah hati si Ani dan keluarganya menanggung malu yang teramat sangat. Si Ani frustrasi sampai tidak berani keluar rumah karena merasa malu. Singkat cerita, datanglah seorang pria yang belum lama dikenal dan memiliki niat untuk meminang si Ani. Setelah istikharah, tanpa pikir panjang lamaran diterima dan akhirnya merekapun menikah. 2 bulan setelah pernikahan mereka, Ani mendapat kabar bahwa mantan calon suaminya yang dulu ditangkap polisi karena terjerat kasus narkoba. Ternyata begitulah cara Allah menyelamatkan Ani dari hal yang buruk. seindah- indahnya rencana manusia, rencana Allah pasti jauh lebih indah.

Tentunya dalam kehidupan ini, kita sering atau bahkan pernah mengalami kejadian- kejadian serupa. Ditipu teman, uang dibawa kabur oleh orang yang kita percayai, dan masih banyak lagi hal- hal tidak menyenangkan yang kita lalui. Sesaat kita jengkel, marah, menangis semalam, dan melakukan hal- hal untuk meluapkan kemarahan, tanpa kita sadari bahwa begitulah cara Allah mencintai kita.  Allah ingin kita belajar  semiotika komunikasi dari tanda- tanda alam yang diberikan. Bukankah  kita meyakini bahwa tidak ada satu daunpun yang jatuh tanpa kehendak Allah? Artinya kita meyakini bahwa, segala sesuatu yang terjadi di muka bumi, yang terjadi terhadap kehidupan kita, adalah kehendak dari Allah sang pemilik kehidupan.  Kita tidak suka jika ada teman yang menipu, Allah  ingin kita belajar untuk tidak melakukan hal itu kepada orang lain. Banyak bencana alam yang terjadi, namun kita sebagai manusia masih kurang peka dengan tanda yang diberikan Allah kepada kita. manusia masih sering menebang pohon, membuang sampah sembarangan, sehingga bencana banjir dan tanah longsor  masih sering terjadi.  Setiap hari kita mendengar dan menyaksikan berita kematian. Allah ingin kita sadar, bahwa suatu saat nanti kita akan melewati proses yang sama. Semoga kita lebih bijak lagi dan lebih bisa memaknai setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita kedepannya.

Sebagai penutup tulisan ini, saya mengutip sebuah kalimat indah dari Wahyu Sujani,

“Langit adalah kitab yang terbentang…
Bumi adalah kitab yang terhampar…
Manusia adalah kitab yang berjalan…
Sedangkan Al-Qur’ an adalah cahaya di dalam kegelapan…”


Senin, 20 Juli 2020

PUBLIC SPEAKING (The Power to Gain Public Attention) Part 2

Tulisan kali ini akan membahas lebih detail tentang cara- cara atau kiat- kiat yang dapat dilakukan untuk menjadi the great Public Speaker. Tapi saya perlu meluruskan terlebih dahulu bahwa saya juga masih terus belajar untuk menjadi seorang public speaker yang baik. Intinya mari kita belajar bersama. Teknik pertama yang perlu dipelajari adalah teknik olah vokal. Why? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, modal utama seorang public speaker adalah suara. Lalu teknik vokal yang seperti apa? Apakah seperti penyanyi? Yah boleh dikatakan tidak jauh berbeda. Tetapi tidak seribet teknik olah vokal seorang penyanyi. Sebenarnya tujuan utama seorang public speaker melakukan olah vokal adalah, agar produksi suara yang keluar terdengar lebih bulat, dalam artian tidak cempreng. Tentunya tipe- tipe suara tiap orang akan berbeda beda. Ada yang nyaring, ada yang sumbang, ada yang bulat, ada yang cempreng.  Maka bersyukurlah orang – orang yang diberikan anugerah berupa suara yang indah dari lahir. Artinya, modal utamanya sudah ada, tinggal dipoles sedikit agar produksi suara terdengar lebih bulat. Lantas bagaimana dengan suara cempreng? Tentunya itu bukan akhir dari segalanya. Sebab dengan teknik olah vokal yang konsisten dan keinginan luhur, maka suara yang cempreng dapat berubah menjadi suara yang bulat. olah vokal juga bertujuan untuk melatih artikulasi agar apa yang disampaikan  terdengar lebih jelas. berbagai macam teknik olah vokal dapat anda lakukan sendiri di rumah, tentunya dengan bantuan paman Youtube.

Teknik kedua yang juga tidak kalah penting untuk dipelajari adalah gesture atau bahasa tubuh. Pada saat kita berbicara di depan umum, anggota tubuh khususnya tangan akan bergerak  tanpa disadari. Karena grogi, biasanya tangan kita akan menggaruk- garuk bagian tubuh lain meskipun tidak gatal.  Meski hal tersebut kadang terjadi diluar kontrol, namun bukan berarti hal tersebut tidak dapat dikendalikan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol gerakan tangan saat kita berbicara,  misalnya  memegang sebuah kertas atau catatan. Jika anda perhatikan news ancor di sebuah program televisi, kebanyakan dari mereka memegang catatan kecil ketika mereka berdiri, dan ketika mereka duduk, tangan mereka akan memegang sebuah mouse atau remote control. Salah satu fungsi dari benda- benda tersebut yaitu untuk mengontrol gerakan tangan. Jika kita memperhatikan pak Mario teguh di sebuah program acara televisi, cara dia berbicara sambil berjalan di atas panggung, kemudian sesekali membungkuk saat berinteraksi dengan penonton, bertepuk tangan, dan lain sebagainya, tentunya kita melihat sebuah penampilan yang dinamis, dimana ada sinkronisasi antara bibir dengan anggota tubuh yang lain sehingga menarik untuk disaksikan.

Teknik selanjutnya adalah eye contact. Kontak mata sangat menentukan seberapa yakin orang lain dengan apa yang kita sampaikan. Ada pepatah yang mengatakan, bibir bisa saja berbohong tapi mata tidak bisa berbohong.  Ketika seseorang yakin dengan apa yang dia sampaikan, maka matanya akan terlihat berbinar- binar penuh keyakinan. Sebaliknya,ketika dia tidak yakin, maka  sorot matanya akan meredup. saya pernah mendapatkan ilmu jitu tentang pandangan mata dari seorang dosen di bangku kuliah. Beliau mengatakan seperti ini,” ketika kalian ingin meyakinkan dan menundukkan orang lain dengan apa yang kalian sampaikan, jangan menatap matanya. Tapi tataplah di atas keningnya”.  Saya tidak pernah melupakan kalimat itu dan seringkali saya praktekkan.  Jika anda penasaran dengan hasilnya, silahkan anda praktekkan sendiri.

Berbicara tentang mimik wajah, tentunya audience akan lebih menyukai seorang public speaker yang murah senyum dibandingkan yang mahal senyum. Namun bukan berarti kita harus tersenyum tanpa henti   disepanjang penampilan. Orang akan mengira kita mengalami gangguan jiwa  jika senyum tanpa alasan. Public speaker handal akan tahu kapan waktunya tersenyum, kapan waktunya memasang muka serius, kapan harus tertawa, dan kapan harus memasang ekspresi sedih. Istirahat yang cukup sebelum presentasi penting untuk dilakukan agar wajah terlihat fresh saat presentasi.

Love at the first sight, adalah alasan  mengapa penampilan itu penting bagi seorang public speaker. Maka jangan heran, jika seorang public speaker professional  rela menyewa seorang fashion stylish untuk setiap penampilannya di atas panggung.Namun perlu diluruskan bahwa penampilan yang mahal bukanlah definisi dari penampilan yang baik. Mampu memadu padankan atasan dan bawahan sehingga menarik dipandang mata tidak selamanya membutuhkan budget yang besar.

Keterampilan  berbahasa juga harus dimiliki oleh seorang public speaker. Penguasaan beberapa bahasa tentunya menjadi nilai lebih, khususnya  bahasa Inggris. Selain memudahkan berkomunikasi di atas panggung, kemampuan menguasai beberapa bahasa juga dapat menambah rasa percaya diri seorang public Speaker. Keterampilan berbahasa menentukan sampai tidaknya pesan yang ingin disampaikan ke audience. public speaker harus kaya akan kosakata agar tidak kehabisan bahan saat berbicara di depan umum. Hal yang dapat dilakukan agar kita kaya akan kosakata tentunya rajin membaca dan menonton tayangan yang bermanfaat.

Tentunya masih banyak lagi hal yang harus diperhatikan agar seseorang dapat sukses dengan public speaking.  Selain beberapa teknik diatas Melakukan latihan dan persiapan yang  matang sebelum presentasi juga penting untuk dilakukan. Kemudian yang tak kalah penting untuk diingat bahwa,segala sesuatu yang kita lakukan harus dilakukan dengan hati agar hasilnya juga  maksimal. Dan yakinlah bahwa seorang public speaker yang hebat tidak lahir dari satu atau dua kali kegagalan presentasi, tapi ratusan bahkan ribuan kali kegagalan sebelum mencapai puncak kejayaan.

Minggu, 12 Juli 2020

PUBLIC SPEAKING ( The Power to Gain Public Attention)



Tujuan Allah SWT menciptakan manusia yakni untuk  menjadi khalifah di Muka bumi. Seperti yang dijelaskan dalam surah adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya, “Dan Aku (Allah) tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” Selanjutnya lebih terperinci dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 30 yang artinya, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”Lantas, bagaimana seorang manusia bisa menjadi  khalifah yang baik jika tidak memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni?

Berbicara di depan umum atau yang lebih dikenal dengan istilah Public Speaking telah menjadi perhatian banyak ahli, khususnya dibidang komunikasi. Berbagai pelatihan Public Speaking seringkali dilaksanakan dengan tarif yang tergolong tidak murah.  Peserta yang ikutpun memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang ikut dengan alasan kurang percaya diri ketika berbicara di depan umum, ada yang ingin belajar mempraktekkan teori yang telah mereka dapatkan di bangku kuliah, ada pula yang ikut dengan alasan sekedar untuk memperoleh sertifikat. Buku- buku mengenai Public Speakingpun kerap kita jumpai  ketika kita mengunjungi Gramedia atau toko buku lainnya.

Setiap orang memiliki style masing- masing dalam praktek Public Speakingnya.  Sebagai contoh, Almarhum BJ.habibie yang menunjukkan kecerdasan di setiap pernyataan- pernyataan yang diberikan. Presenter kawakan Najwa Shihab yang identik dengan pertanyaan- pertanyaan jebakannya di setiap sesi talk show yang dia bawakan. Kemudian Ustadz Khalid Basalamah yang terlihat begitu santai membawakan ceramah, namun apa yang disampaikan betul- betul masuk ke hati jamaahnya. Ustadz Das’ad latief, dengan baju koko serba putih dan dialeg bugis sidrap yang begitu kental, Mario teguh yang terkenal  melalui program Golden ways dengan gaya bicara yang kalem, lembut, namun menusuk, dan masih banyak lagi tokoh- tokoh publik di tanah air maupun manca Negara yang memiliki kemampuan Public Speaking yang luar biasa.

Keterampilan Public Speaking sebenarnya tidak ada bedanya dengan keterampilan- keterampilan yang lain. “Ala bisa, karena biasa.” Sebab tidak ada bayi yang baru lahir kemudian langsung mahir berpidato atau berceramah. Semuanya harus melalui sebuah proses yang panjang. Pertama kali kita berbicara di depan umum, tentunya perasaan nervous disertai  keringat dingin dan mules- mules lucu akan senantiasa menyertai. Belum lagi kalimat yang terbata- bata, kelebihan vitamin E, bibir pucat kekurangan darah, dan masih banyak lagi peristiwa- peristiwa tak terduga yang mewarnai  proses belajar kita. Namun ketika ada kesempatan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya, tentunya akan sangat jauh berbeda. Sebab kita sudah belajar dari pengalaman sebelumnya.

Kesuksesan seseorang dalam Public Speaking tentunya dapat dilihat dari bagaimana antusiasme penonton saat dia berbicara di depan umum. Apakah Audience  mengerti dan memahami apa yang disampaikan? berapa banyak audience yang tertidur pada saat dia berbicara? Jika lebih banyak yang tidur, artinya dia sukses menjadi pendongeng, bukan Public Speaker. Selain itu, ada hal yang perlu kita sadari bahwa, ada beberapa orang tertentu yang dibekali dengan bakat luar biasa yang membuat setiap orang berdecak kagum saat melihatnya. Jangankan ketika berbicara, saat dia bernafaspun itu bisa menjadi pusat perhatian. Itulah yang dinamakan “Kharisma”. 

Tentunya ada Berbagai macam cara yang dapat dilakukan agar seseorang dapat sukses  menjadi seorang Public Speaker. Diantaranya, melakukan teknik olah vokal, mempelajari teknik  gesture atau bahasa tubuh, eye contact, mimik wajah, memperhatikan penampilan, dan mengasah keterampilan bahasa.  Adapun penjelasan mengenai teknik-teknik di atas, in syaa Allah akan saya paparkan di tulisan berikutnya. Ohya, ini juga bisa menjadi salah satu trik seorang Public Speaker, membuat orang penasaran, bagi yang penasaran…


MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...