Sabtu, 30 Mei 2020

ETIKA KOMUNIKASI TERGERUS MODERNISASI

ETIKA KOMUNIKASI TERGERUS MODERNISASI



Kita sering mendengar istilah “etika” dalam kehidupan sehari- hari. Kita makan, bekerja, berbicara, berjalan, beribadah, semua ada etikanya. Ketika ditanya apa pengertian etika? Dengan gamblang kita menjawab etika adalah aturan.  Namun, menurut Tuan Guru Besar KBBI, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Jadi ketika kita menjawab etika adalah aturan, itu adalah kesimpulan dari pengertian etika menurut KBBI. Segala sesuatu yang berkenaan dengan hal  yang baik atau hal yang buruk kita istilahkan dengan etika atau aturan.

Demikian juga istilah “komunikasi”, tentunya sangat tidak asing lagi ditelinga kita. Mulai saat kita terbangun dipagi hari, kemudian berangkat ke kantor, pulang ke rumah, sampai beristirahat kembali di malam hari, semuanya dipenuhi dengan aktifitas komunikasi. Sebab tidak ada manusia normal yang tidak membutuhkan komunikasi. Saya pernah bertanya  pada mahasiswa tentang definisi komunikasi. Jawaban merekapun bermacam- macam. Ada yang menjawab komunikasi adalah bercakap- cakap. Ada pula yang mengatakan komunikasi adalah ketika saya menelpon orang lain menggunakan handphone. Dan jawaban yang paling mengesankan adalah komunikasi itu adalah aktifitas orang- orang yang bekerja di Telkom. Sebenarnya jawaban mereka tidak ada yang salah, namun kurang ilmiah. Karena pengertian komunikasi yang disepakati oleh para pakar adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ( pemberi pesan) kepada komunikan (penerima pesan).

Lalu, apa pengertian dari “etika komunikasi”? jika melihat penjelasan di atas, maka dapat  kita uraikan bahwa etika komunikasi adalah ilmu yang mengatur tentang hal yang baik dan yang buruk dalam proses pertukaran pesan. Pernahkah kita berpikir bahwa, etika anak- anak Jaman Now sudah sangat jauh berbeda dari etika anak- anak jaman old? Saya merasa bahwa perilaku anak- anak jaman sekarang berbeda dengan perilaku saya waktu masih kanak- kanak. Atau mungkin saya hanya terbawa perasaan.

Namun jika memutar kembali memori saat masih dibangku Sekolah Dasar, saya masih ingat betul bagaimana rasanya kayu rotan jika ada yang berani berbicara saat  Bapak/Ibu Guru sedang menjelaskan. Jika ingin ke kantin, saya dan teman- teman mencari jalan lain asal tidak lewat di depan ruang Guru. Jika sangat mengharuskan melewati ruang Guru, maka kami berjalan sambil membungkuk dengan tangan kanan nyaris menyentuh tanah. Orang bugis mengistilahkan dengan “Mappatabe’”.  Padahal Guru di dalam ruangan tidak ada yang memperhatikan kami, karena mereka sibuk bercakap- cakap. Namun tetap saja ada rasa sungkan yang teramat sangat dalam.

Saat dibangku kuliah, momen menghubungi  Dosen Via Telepon ataupun SMS adalah salah satu momen paling mendebarkan. Untuk sekedar mengingatkan jadwal perkuliahan atau bermaksud meminta tanda tangan KRS, SMS dikonsep dengan metode ketik- hapus agar tidak salah dalam memilih kata- kata yang sopan. Namun saat ini, ketika saya menerima pesan Whatsapp dari mahasiswa, saya mengira itu pesan dari teman kuliah atau teman sesama dosen. Kalimat pesannya kebanyakan bernada curhat, apa lagi jika mereka bermaksud ijin tidak mengikuti kuliah.  

Zaman terus mengalami perubahan. Tentunya segala bidang kehidupan juga turut mengalami perubahan. Tidak terkecuali teknologi informasi yang semakin hari perkembangannya semakin pesat. Generasi muda saat ini tidak lagi kesulitan memperoleh berbagai macam informasi dimanapun dan kapanpun. Akses internet hampir telah menjangkau seluruh bagian terkecil pelosok tanah air. Setiap hari anak- anak remaja mengonsumsi tontonan dan informasi  dari berbagai penjuru dunia. Sehingga tidak mengherankan kerap kita menjumpai anak atau keponakan kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah hafal dengan lagu dan tarian Girl Band asal Korea Selatan, Black Pink. Tren Youtuber juga tidak kalah pamor saat ini, tidak heran jika banyak anak usia balita yang tidak lagi bercita- cita menjadi Dokter ataukah Polisi, namun bercita- cita menjadi seorang Youtuber. Kemudian ketika kita berpapasan mereka akan menyapa kita “ halo guys”. Itulah dampak modernisasi yang banyak dikhawatirkan oleh orang tua kita dahulu. Lalu bagaimana dengan etika dan adat ketimuran yang dijunjung tinggi oleh nenek moyang kita sejak dulu kala?

Sejatinya pelajaran etika secara khusus memang tidak kita terima dibangku sekolah. Pesan moral tentang etika kehidupan berbangsa biasanya hanya kita temui dimata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bagaimana kita berjalan dengan baik, bertingkah laku dengan baik, bertutur kata dengan baik, sebagian besar kita dapatkan dari pendidikan nonformal dalam kehidupan sehari- hari. Peran keluarga sebagai tempat kita tumbuh dan berkembang tentunya sangat mempengaruhi perilaku dan adat istiadat kita dalam pergaulan. Tentulah menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua orang tua, khususnya tenaga pendidik. Bagaimana kita dapat menanamkan nilai- nilai yang baik kepada anak kita, siswa, ataupun mahasiswa. Mengingat perkembangan zaman yang semakin hari semakin modern ini. Tidaklah mungkin bagi kita menarik diri dari pergaulan dan kemajuan teknologi, sebab setiap detik informasi berubah bagaikan denyut jantung. Tidak perlu memilih bagian  mana yang harus diutamakan. Sebab semua dapat berjalan seiring sejalan sehingga kita   mampu menjadi manusia modern yang beretika.

Rabu, 20 November 2019

REVIEW SPECTRA Q PLUS DUAL PUMP


Setelah hamil dan melahirkan fase, yang tak kalah butuh perjuangan adalah mengASIhi. banyak moms di luar sana yang justru mengalami masa- masa sulit dalam memberikan ASI kepada sang buah hati tercinta. nah, saya salah satunya. Menurut saya memberikan ASI itu tidak semudah yang dibayangkan. puting lecet, payudara bengkak dan nyeri, dan masih banyak drama lainnya.makanya saya sangat mengapresiasi ibu- ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun. produksi ASI saya tidak  begitu banyak.Meski sudah minum suplemen ASI dan makan sayur segala macam, yah tetap segitu- gitu aja.Tapi tetap disyukuri, karena setidaknya masih ada. makanya saya tetap bantu dengan sufor. Karena menurut saya stok ASInya tidak cukup buat si baby.

pasca lahiran kemarin, saya menggunakan pompa ASI manual . pada kelahiran anak saya yang sebelumnya saya memang menggunakan pompa manual merk Medela. dan itu berhasil saya pakai sampai 1 tahun usia si kakak saat itu dengan selamat sentosa. tapi dikelahiran si adek kali ini, kok beda yah. saya sempat mengalami mastitis sampe demam dan menggigil. setelah saya googling ternyata penyebab mastitis itu bisa karena bakteri yang disebabkan oleh puting yang lecet, bisa juga karena pada saat pumping ASI tidak keluar maksimal jadi payudara tidak betul- betul kosong. Sayapun mengajukan ke pak suami untuk membeli pompa elektrik. berdasarkan hasil nyari- nyari di shopee dan google, ketemulah dengan Spectra Q plus dual pump ini. dibandingkan dengan pompa Spectra yang harganya lumayan mahal yah, Spectra Q plus ini sedikit lebih ekonomis. suami saya membelinya dengan harga 800 ribu setelah dapat potongan 50 ribu. saat itu suami saya juga ditawarin silikon biar puting gak sakit katanya, dengan harga 75 ribu. namanya bapak- bapak ditawarin yah iya-  iya saja. padahal menurut saya tidak harus. toh tanpa silikon tidak sakit sama sekali kok saat dipakai.




Spectra Q plus dual pump ini terdiri dari dua botol penampungan ASI,dua corong, dua selang penghisap yang menghubungkan ke mesin pemompa. kelebihan dari breast pump ini , kita tdak perlu takut ASI masuk ke mesin pompa. karena selangnya sudah dilindungi dari dua lingkaran penyaring. jadi ASI gak bakal masuk ke mesin seperti pompa- pompa elektrik kebanyakan. .Bagiannya juga tidak terlalu banyak, jadi sangat cocok dibawa bepergian. Mode hisapnya juga bisa diatur sesuai kenyamanan. mulai dari mode massage, kemudian bisa ditingkatkan kekuatan hisapnya menggunakan tombol + dan tombol - untuk mengurangi. Namun kelemahan dari pompa ini adalah, dia tidak bisa meggunakan baterai AA, dan juga tidak bisa dicas, melainkan harus terhubung langsung ke listrik apabila ingin digunakan. Namun tenang saja, jika ingin dibawa bepergian, kita bisa mennggunakan power bank. Semua penjelasan  lengkap di buku panduan yang disediakan. buku panduanpun terdiri dari dua buku, yakni satu berbahasa Indonesia dan 1 berbahasa Inggris. pokoknya, Spectra Q Plus dual pump ini recomended lah,


Rabu, 24 Oktober 2018

Idola bernama CPNS (kisah perjuangan melalui tes CPNS)


 Jika mendengar singkatan CPNS,aduhh...siapa sih yang tidak mau. Yah meski tidak semuanya mau, tapi pada umumnya masyarakat Indonesia masih berusaha untuk memperebutkan posisi-posisi itu. Salah satunya adalah saya.
       Awal lulus S1,saya belum kepikiran buat daftar yang namanya CPNS. Kalau ditanya mau jadi PNS gak? Jawaban saya, belum sekarang.entahlah nanti. Intinya saya lebih tergiur dengan kerjaan kantoran. Jadi banker misalnya. Dan Alhamdulillah, saya pernah diberi kesempatan untuk merasakan gimana sih jadi seorang banker. Meskipun cuma bertahan hampir tiga tahun,tepatnya dua tahun delapan bulan. Dengan alasan mau lanjutin kuliah, resignlah saya dari bank tempat saya bekerja.
      Setelah lulus S2, Alhamdulillah dapat jodoh juga. Dan beruntungnya, suami saya tidak pernah melarang saya menggunakan ijazah saya untuk melamar pekerjaan. Jadilah saya mendaftar sebagai dosen tetap non PNS di salah satu PTKIN di daerah saya. Alhamdulillah, lagi-lagi Doa saya dikabulkan.saya lulus jadi DTNP. 
  Setahun mengabdi sebagai DTNP, terbukalah lowongan pendaftaran CPNS 2017. Saya iseng aja ngintip-ngintip formasi yang ada. Dan ternyata, di kampus tempat saya mengabdi, ada satu formasi disen komunikasi yang diajukan. Antara senang dan tidak juga. Dalam hati, ahh... cuma satu. Sementara saingannya pasti banyak. Di kampus saya saja sudah ada teman saya sendiri. Yang pastinya kalau saya fan dia lolos CAT, pastinya kampus bakal lebih mempertimbangkan memilih teman saya, karena dia sudah mengabdi lebih lama dari saya.
   Saya langsung menyampaikan info tersebut epada suami saya yang tugasnya jauh di pegunungan sana. Kata dia, "daftar saja.toh tidak ada salahnya mencoba.siapa tau emang rejeki." Ibu sayapun berpendapat demikian. Ya udah, Bismillah saja. Daftarlah saya di formasi tersebut. Tentunya dengan berbagai dram melengkapi berkas, mulai dari akte kelahiran saya yang namanya beda dengan ijazah,ngurusin SKCK, dan masih banyak lagi, tapi Alhamdulillah berkas- berkas itupun terkirim juga.
       Saatnya pengumuman kelulusan berkas. Alhamdulillah,nama saya ada diantara lima orang yang dinyatakan lulus berkas. Ujian baru dimulai lagi. Tes CAT yang menjadi momok menakutkan setiap pelamar CPNS, mau tidak mau harus saya hadapi juga. Teman- teman yang lain sudah pada sibuk bikin kelompok belajar buat persiapan ujian CAT. Saya,masih sibuk mondar- mandir atur jadeal ngajar dan ngurusin baby. Waktu itu anak saya batu berusia empat bulan. Kebayangkan repotnya ngatur waktu belajar sambil ngurusin baby. Rencananya sih, kalau babynya tidur, disitulah kesempatan saya buat belajar. Tapi kenyataannya, kalau babynya tidur, saya juga ikut-ikutan tidur. Jadi, kapan dong saya belajarnya? Saya juga bingung mau jawab pertanyaan itu. Intinya,kalau ada kesempatan saya berusaha untuk baca-baca buku panduan test CAT warisan dari ipar saya. Saya jyga download beberapa aplikasi test CAT yang ada di app store. Jarak rumah saya ke tempat ngajar saat itu lumayan jauh. Jadilah perjalanan saya ke tempat ngajar dijadikan kesempatan buat pelajarin aplikasi- aplikasi CAT yang sudah saya download. Dan menurut saya itu ngebantu banget. Kenapa, soal- soal yang berulang menjadikan kita mudah mengingat materi- materi yang ada.khususnya TWK. Yang memang membutuhkan waktu untuk membaca materi yang buaaaanyak banget.
    Seminggu sebelum tes, barulah saya minta tolong sepupu saya buat nyariin buku pa duan tes CONS terbaru di gramedia. Dari sekian banyaknya judul buku pa duan tes CPNS, saya minta dicariin yang ada logo best sellernya.menurut saya itu yang bagus. Jujur saya baru bisa fokus belajar satu minggu menjelang hari H. Intensnya itu dua hari sebelum tes. Jadilah saya dan suami ditambah adik sepupu jadi tim belajar kelompok. Saya tipe orang yang cepat nangkap jika materinya dibacakan. Jadi, sepupu saya yang kebetulan kuliah di hukum, saya suruh buat bacain semua pasal- pasal lengkap dengan ayat- ayatnya. Dan metode itu ampuh di saya. Untuk materi TIU yang lumayan banyak dikeluhkan orang termasuk saya, tidak ada jalan lain selain perbanyak latihan soal- soal. Karena sebenarnya kunci dari TIU, model soalnya sama.cuma angkanya aja yang beda. Kalau soal- soal TKP saya rasa, selama kita masih normal dan tidak mengalami gangguan kejiwaan, in syaa Allag bisa dilahao dengan baik.
    Selasa, 24 Oktober 2017. Saya tidak mungkin melupakan hari bersejarah itu. Hari yang penuh ketegangan dalam hidup saya. Hari ini bakal menentukan gimana nasib saya kedepan. Tibalah hari ujian. Segala persiapan sudah dilakukan, selebihnya serahkan pada Sang Maha pemilik kehidupan. Saya mendapat jadwal tes pukul 12 siang. Saya diantar suami dan baby saya. Sementara saya ujian, mereka nunggu di parkiran. Bagaimana mungkin saya mau menyia-nyiakan pengorbanan mereka. Saya pamit pada suami saya, sambil cium tangan saya minta didoakan. Saya juga menelpon ibu dan mama mertua saya terlebih dahulu. Karena saya merasa pintu langit akan terbuka lebar jika Ibu mendoakan anaknya. Ritual ini yang selalu saya jalankan sebelum menjalani tes apapun. Dan Alhamdulillah selalu sukses.semoga kali ini juga demikian.
    Sebelum memasuki ruang ujian, kita dikumpulkan di satu ruangan buat mengikuti penjelasab panduan tes CAT. Saya seruangn dengan Beberapa teman yang saya kenal. Ada yang sudah mantap dengan segala persiapan, ada yang katanya tidak belajar karena lagi sibuk buat urusin nikahan, macam- macamlah cerita mereka. Saya tetap berusaha tenang untuk mengatasi rasa gugup dan deg-degan yang sebenarnya tak terbendung lagi. Dan setelah penjelas tes selesai, dipanggillah kita untuk memasuki ruang keramat,ruang ujian, atau lebih tepatnya ruang eksekusi.
        Sebelum masuk, kita digeledah terlebuh dahulu. Jangan sampai ada yang bawa catatan atau jimat dan sejenisnya.iyah..jimat.kali masih ada ditahun modern ini. Tas, handphone dan semua peralatan disimpan dalam satu ruangan khusus. Yang boleh dibawa masuk cuma pensil, KTP, FAN kartu ujian. Selebihnya No.
    Masuklah saya di ruangan penuh computer nan dingin itu. Entah mengapa, menurut saya dari situlah babak baru dimulai. Mulai dari pemilihan komputer.kenapa? Karena kita milih sendiri mau duduk dimana. Dan soal ditiap- tiap komputer itu beda- beda. Jadi benar- benar digiring oleh takdirmu. Saya memilih duduk di komputer bagian belakang.kenapa? Karena disitu masih kosong. Dan seolah ada sesuatu yang menggerakkan kaki saya kesana.
       Duduklah saya menatap komputer di hadapan saya. Belum boleh ada aktifitas sebelum ada instruksi dari panitia. Perasaan kala itu sudah tidak bisa dirangkum.Tegangnya ada, mulesnya ada, ditambah ruangan yang dingin bikin beser, semuanya campur aduk. Saat itu yang saya lakukan hanya berdoa, dan banyak beristigfar.
      Petugaspun mulai memberikan instruksi untuk login terlebih dahulu,kemudian langsung mengerjakan soal. saya mencoba login dengan akun yang saya gunakan untuk mendaftar. Bismillah... password salah.saya mengulanginya kembali. Masih salah. Saya mulai panik. Saya ulangi lagi, masih juga salah. Sayapun mengangkat tangan, dan akhirnya panitia datang. Ternyata saya memang memasukkan passwor yang salah. Harusnya saya memasukkan password yang tertulis di kartu ujian yang diberikan oleh panitia. Bukan password saat pendaftaran login CPNS. Baik. Saya kurang fokus. Setelah berhasil login, saya tidak langsung mengerjakan soal. Saya melirik kanan kiri saya, mereka sudah di soal ke lima. Saya bersandar sejenak, berusaha untuk tetap tenang. Sambil menghela nafas panjang, saya berdoa, Ya Allah... jika ini baik untuk saya, maka dekatkan. Tapi jika buruk, maka jauhkanlah.Bismillah. saya mulai mengerjakan soal.
         Dimulai dari tes TWK. saya masih ingat jelas soal pertama yang saya dapatkan adalah rumusan Pancasila yang diusulkan oleh Soekarno. Alhamdulillah, saya khatam dengan soal itu. Soal-soal TWK selanjutnya kebanyakan pasal- pasal. Alhamdulillah, hasil belajar yang dibacakan oleh sepupu saya masih terbanyang- bayang. Jika mendapati soal yang sulit, saya langkahi dan memilih soal yang lebih mudah. Menurut saya untuk mengefisienkan waktu. Memasuki soal TIU, Alhamdulillah lagi saya dapat banyak soal deret. Yang menurut saya lumayan saya kuasai dibandingkan soal cerita yang lain. 45 menit tersisa, saya langsung melangkah ke soal TKP. Sekitar 15 menit saya menyelesaikan soal- soal TKP. Masih ada 30 menit tersisa. Saya kembali ke soal- soal yang saya skip tadi. Keuntungan kita di tes CAT, karena tidak ada sistem minus. Jadi dijawab saja semuanya. Kali aja jawaban tebak- tebakan kita betul. Toh jika salah juga tidak ada pengurangan nilai. 
       Sekitar 10 menit tersisa, saya masih ounya beberapa soal TIU yang belum terjawab. Dengan ilmu cocoklogi, saya berusahaa menjawab keima soal tersebut. 2 menit tersisa saya sudah menyelesaikan semua soal-soal.tapi belum berani untuk mengklik tombol selesai. Peserta di samping kiri saya sudah bersorak, Horeeee...saya lulus. Saya semakin deg- degan. Teman di samping kanan saya, tidak lulus. Ya Allah... seolah ada batu berat yang menindih tangan saya. Susaaahh sekali untuk mengklik selesai. Kemudian petugas mengatakan, silahkan diklik selesai bagi yang sudah mengerjakan soal, toh cepat atau lambat pasti nilainya bakal keluar. Hufftt.... Bismillah... dengan menutup mata dan perasaan bergemuruh, saya beranikan diri menekan tombol selesai. SELAMAT NILAI ANDA MEMENUHI PASSING GRADE.
    Saya tidak tahu bagaimana mau menggambarkan perasaan saya saat itu. Secepat kilat saya menuliskn nilai di kertas ujian.nilai yang menurut saya adalah nilai mujizat. Bagaimana tidak, nilai TIU saya pas dengan standar passing grade. Setelah itu saya kemudian balik kanan keluar ruang ujian. Saya langsung mengambil tas di ruangan sebelah. Rasanya pengen cepat- cepat turun ke parkiran dan memberitahu suami saya. Panitia seleksi sudah menunggu di depan ruangan. Diantara mereka ada yang bertanya pada saya, " bagaimana hasilnya?" Dengan senyum sumringah saya menjawab, "lulus bu". Saya menuruni anak tangga dengan berlari. Dari lantai 3 tempat ujian ke lantai satu, saya seolah tidak melewati anak tangga apapun saking senengnya. Sesampai di parkiran, ada beberapa teman dosen saya yang manggil. " bagaiman hasilnya?" Saya menjawab " Alhamdulillah lulus". Mereka memberi ucapan selamat. Setelah itu, sayapun menuju ke mobil. Dengan amat sangat bahagia dan bangga, saya memberitahu suami saya, " lulus dong sayang".
 (Bersambung)

Minggu, 25 Desember 2016

Kebahagiaan

Menurut kalian,apa kebahagiaan itu?ataukah kapan kalian dikatakan bahagia?apakah apa pada saat memiliki rumah bagus?ataukah pada saat mendapatkan hadiah mobil mewah?ataukah pada saat memakai barang- barang atau pakaian mahal dan bermerk?
 Kalau  begitu,mengapa banyak orang yang tertawa bahagia saat menaiki angkutan umum?pernah kalian melihat pemulung dengan baju compang camping tertawa sambil menggendong anaknya? Mereka yang tinggal di kolong jembatan beralaskan tanah lebih sering tertawa dari mereka yang hidup di atas permadani sutera. Artinya,kebahagiaan itu bukan cuma milik mereka yang kaya raya.karena kebahagiaan itu ejaannya bukan "MATERI".
Saat kau merasa tidak bahagia karena tidak bisa liburan keluar negeri seperti para artis,atau bahkan teman- teman kamu di sosial media, pernahkah kamu berpikir betapa beruntungnya dirimu? Apa yang kamu lihat sekarang,itu adalah impian orang tuna netra yang tidak bisa melihat indahnya dunia. Apa yang kamu dengarkan meskipun itu berisik,itu adalah impian orang tuna rungu yang tidak bisa mendengar apapun bahkan suara anaknya.
Lantas apa yang perlu kita keluahkan dengan kesempurnaan fisik yang diberikan? Bukankah itu anugerah terbesar dan terindah dari Sang Pencipta? Namun kadang kita lupa untuk mensyukurinya. Kita hanya sibuk memikirkan hal- hal yang tidak kita miliki. Tapi lupa untuk bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, yang bisa jadi itu adalah impian orang lain.

Kebahagiaan

Menurut kalian,apa kebahagiaan itu?ataukah kapan kalian dikatakan bahagia?apakah apa pada saat memiliki rumah bagus?ataukah pada saat mendapatkan hadiah mobil mewah?ataukah pada saat memakai barang- barang atau pakaian mahal dan bermerk?
 Kalau  begitu,mengapa banyak orang yang tertawa bahagia saat menaiki angkutan umum?pernah kalian melihat pemulung dengan baju compang camping tertawa sambil menggendong anaknya? Mereka yang tinggal di kolong jembatan beralaskan tanah lebih sering tertawa dari mereka yang hidup di atas permadani sutera. Artinya,kebahagiaan itu bukan cuma milik mereka yang kaya raya.karena kebahagiaan itu ejaannya bukan "MATERI".
Saat kau merasa tidak bahagia karena tidak bisa liburan keluar negeri seperti para artis,atau bahkan teman- teman kamu di sosial media, pernahkah kamu berpikir betapa beruntungnya dirimu? Apa yang kamu lihat sekarang,itu adalah impian orang tuna netra yang tidak bisa melihat indahnya dunia. Apa yang kamu dengarkan meskipun itu berisik,itu adalah impian orang tuna rungu yang tidak bisa mendengar apapun bahkan suara anaknya.
Lantas apa yang perlu kita keluahkan dengan kesempurnaan fisik yang diberikan? Bukankah itu anugerah terbesar dan terindah dari Sang Pencipta? Namun kadang kita lupa untuk mensyukurinya. Kita hanya sibuk memikirkan hal- hal yang tidak kita miliki. Tapi lupa untuk bersyukur atas apa yang kita punya sekarang, yang bisa jadi itu adalah impian orang lain.

Senin, 24 Oktober 2016

Sudahkah Anda Bersyukur Hari ini? (sendal Jepit Tukang Ojek)

 Sore ini, seperti biasanya sepulang mengajar saya selalu menelpon langganan ojek saya untuk menjemput di tempat biasa,(di depan jurusan).lima menit kemudian, bapak ojek tersebut sudah membunyikan klakson didepan gedung ruangan saya. Bapak ojek,begitulah saya menyebutnya. karena sampai saat ini, selama hampir dua bulan menjadi langganan ojek, saya tidak pernah menanyakan siapa namanya. saya bergegas keluar begitu melihat bapak ojek dari balik jendela ruangan saya. sesampai di luar, beliau menstarter motornya secara manual. tiba- tiba sendal jepit yang dia gunakan putus. Dia memungut sendalnya dan meletakkannya di bagian depan motor, dan menggunakan sendal hanya sebelah. Sepanjang perjalanan, saya terus kepikiran dengan sendal jepit itu. 

keesokan harinya, sepulang mengajar saya menelpon Bapak Ojek. tidak seperti biasanya, nomornya tidak aktif. beberapa lama menelpon dan tidak ada jawaban, saya memutuskan untuk berjalan ke pangkalan ojek. Dari kejauhan saya melihat Si Bapak Ojek dengan topi merah kesayangannya. sayapun melambaikan tangan, dan Si Bapakpun menghampiri saya. begitu dia mendekat, perhatian saya langsung tertuju pada sendal jepit yang dia gunakan. masih sendal jepit yang sama dengan yang putus kemarin. MasyaAllah... dalam hati saya bergumam, ada perasaan sedih dan haru yang tiba- tiba menyerang. 

Tanpa basa- basi saya langsung menanyakan kenapa Nomor Handphonenya tidak bisa dihubungi. "iye...dicuri HPku waktu shalat subuh tadi di Mesjid".( iya, HP saya dicuri saat shalat Subuh di Masjid). dengan nada kaget saya balik bertanya, "kenapa bisa pak?". "waktuku wudhu, saya simpan di sendalku.saya lupa ambil. waktu keluarka cari, tidak adami".( waktu saya Wudhu, saya meletakkannya di dekat sendal. begitu saya keluar untuk mengambilnya, sudah tidak ada). masih adakah orang setega itu mencuri di Mesjid?

pengalaman saya di atas mungkin cara Allah mengingatkan saya, bahwa masih banyak orang lain dengan kondisi yang lebih buruk dari kita. setiap hari kita mengeluh karena lelah bekerja, sementara di luar sana banyak orang yang sangat membutuhkan pekerjan. kita sering mengeluh tentang sendal yang dibelikan ibu yang kadang tidak sesuai dengan keinginan kita. sementara di luar sana banyak orang yang memakai sendal yang sudah berkali- kali putus. 

Astagfirullah... Terima kasih Ya Rabb... atas segala nikmat yang telah Engkau berikan...

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...