ETIKA KOMUNIKASI TERGERUS MODERNISASI
Kita sering mendengar istilah “etika” dalam kehidupan sehari- hari. Kita makan,
bekerja, berbicara, berjalan, beribadah, semua ada etikanya. Ketika ditanya apa
pengertian etika? Dengan gamblang kita menjawab etika adalah aturan. Namun, menurut Tuan Guru Besar KBBI, etika
adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak). Jadi ketika kita menjawab etika adalah aturan, itu
adalah kesimpulan dari pengertian etika menurut KBBI. Segala sesuatu yang
berkenaan dengan hal yang baik atau hal
yang buruk kita istilahkan dengan etika atau aturan.
Demikian juga istilah “komunikasi”, tentunya sangat tidak asing lagi
ditelinga kita. Mulai saat kita terbangun dipagi hari, kemudian berangkat ke
kantor, pulang ke rumah, sampai beristirahat kembali di malam hari, semuanya
dipenuhi dengan aktifitas komunikasi. Sebab tidak ada manusia normal yang tidak
membutuhkan komunikasi. Saya pernah bertanya pada mahasiswa tentang definisi komunikasi. Jawaban
merekapun bermacam- macam. Ada yang menjawab komunikasi adalah bercakap- cakap.
Ada pula yang mengatakan komunikasi adalah ketika saya menelpon orang lain
menggunakan handphone. Dan jawaban
yang paling mengesankan adalah komunikasi itu adalah aktifitas orang- orang
yang bekerja di Telkom. Sebenarnya jawaban mereka tidak ada yang salah, namun
kurang ilmiah. Karena pengertian komunikasi yang disepakati oleh para pakar
adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ( pemberi pesan) kepada
komunikan (penerima pesan).
Lalu, apa pengertian dari “etika komunikasi”? jika melihat penjelasan di
atas, maka dapat kita uraikan bahwa etika
komunikasi adalah ilmu yang mengatur tentang hal yang baik dan yang buruk dalam
proses pertukaran pesan. Pernahkah kita berpikir bahwa, etika anak- anak Jaman Now sudah sangat jauh berbeda dari
etika anak- anak jaman old? Saya merasa
bahwa perilaku anak- anak jaman sekarang berbeda dengan perilaku saya waktu
masih kanak- kanak. Atau mungkin saya hanya terbawa perasaan.
Namun jika memutar kembali memori saat masih dibangku Sekolah Dasar, saya
masih ingat betul bagaimana rasanya kayu rotan jika ada yang berani berbicara
saat Bapak/Ibu Guru sedang menjelaskan. Jika
ingin ke kantin, saya dan teman- teman mencari jalan lain asal tidak lewat di
depan ruang Guru. Jika sangat mengharuskan melewati ruang Guru, maka kami
berjalan sambil membungkuk dengan tangan kanan nyaris menyentuh tanah. Orang bugis
mengistilahkan dengan “Mappatabe’”. Padahal
Guru di dalam ruangan tidak ada yang memperhatikan kami, karena mereka sibuk
bercakap- cakap. Namun tetap saja ada rasa sungkan yang teramat sangat dalam.
Saat dibangku kuliah, momen menghubungi Dosen Via Telepon ataupun SMS adalah salah
satu momen paling mendebarkan. Untuk sekedar mengingatkan jadwal perkuliahan
atau bermaksud meminta tanda tangan KRS, SMS dikonsep dengan metode ketik-
hapus agar tidak salah dalam memilih kata- kata yang sopan. Namun saat ini, ketika
saya menerima pesan Whatsapp dari mahasiswa, saya mengira itu pesan dari teman
kuliah atau teman sesama dosen. Kalimat pesannya kebanyakan bernada curhat, apa
lagi jika mereka bermaksud ijin tidak mengikuti kuliah.
Zaman terus mengalami perubahan. Tentunya segala bidang kehidupan juga
turut mengalami perubahan. Tidak terkecuali teknologi informasi yang semakin
hari perkembangannya semakin pesat. Generasi muda saat ini tidak lagi kesulitan
memperoleh berbagai macam informasi dimanapun dan kapanpun. Akses internet
hampir telah menjangkau seluruh bagian terkecil pelosok tanah air. Setiap hari
anak- anak remaja mengonsumsi tontonan dan informasi dari berbagai penjuru dunia. Sehingga tidak
mengherankan kerap kita menjumpai anak atau keponakan kita yang masih duduk di
bangku sekolah dasar sudah hafal dengan lagu dan tarian Girl Band asal Korea Selatan, Black
Pink. Tren Youtuber juga tidak
kalah pamor saat ini, tidak heran jika banyak anak usia balita yang tidak lagi
bercita- cita menjadi Dokter ataukah Polisi, namun bercita- cita menjadi
seorang Youtuber. Kemudian ketika
kita berpapasan mereka akan menyapa kita “ halo guys”. Itulah dampak modernisasi
yang banyak dikhawatirkan oleh orang tua kita dahulu. Lalu bagaimana dengan
etika dan adat ketimuran yang dijunjung tinggi oleh nenek moyang kita sejak
dulu kala?
Sejatinya pelajaran etika secara khusus memang tidak kita terima dibangku
sekolah. Pesan moral tentang etika kehidupan berbangsa biasanya hanya kita
temui dimata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bagaimana kita
berjalan dengan baik, bertingkah laku dengan baik, bertutur kata dengan baik,
sebagian besar kita dapatkan dari pendidikan nonformal dalam kehidupan sehari-
hari. Peran keluarga sebagai tempat kita tumbuh dan berkembang tentunya sangat
mempengaruhi perilaku dan adat istiadat kita dalam pergaulan. Tentulah menjadi
pekerjaan rumah bagi kita semua orang tua, khususnya tenaga pendidik. Bagaimana
kita dapat menanamkan nilai- nilai yang baik kepada anak kita, siswa, ataupun
mahasiswa. Mengingat perkembangan zaman yang semakin hari semakin modern ini. Tidaklah
mungkin bagi kita menarik diri dari pergaulan dan kemajuan teknologi, sebab
setiap detik informasi berubah bagaikan denyut jantung. Tidak perlu memilih bagian
mana yang harus diutamakan. Sebab semua
dapat berjalan seiring sejalan sehingga kita mampu
menjadi manusia modern yang beretika.

Suka sekali membacanya. Mengalir lancar. Jika
BalasHapusjika?:)
HapusJika rutin mengisi blog ini, tulisan akan jauh lebih lancar dan berkembang.
Hapusdewasa ini sudah banyak perilaku2 yg kurang menghargai sesama.
BalasHapusbetul sekali. harusnya perilaku lebih baik lagi, karena undang- undang sudah semakin banyak.
HapusDibutuhkan pendidikan karakter untuk generasi millenial agar mereka tetap menjaga etika komunikasi
BalasHapusbetul sekali bu.PR besar bagi kita sebagai tenaga pendidik.
HapusKereennnn..
BalasHapusmasih harus belajar kakaa... :)
HapusMantap ivu tapi saya lihat bukan anak didik atau mahasiswa saja yg harus pahami ini. Tapi , banyak juga Mahasiswa yg mengambil contoh dari kata-kata dosennya. Tabe sekedar intermezo Ibu hehehe
BalasHapusSiap pak Doktor.Dosen dan mahasiswa sama2 harus memahami :)
HapusInspiratif Bu
BalasHapusTerima kasih :)
HapusMantab bu dosen
BalasHapusSangat menarik tuk d baca๐๐๐
terima kasih kak.. :)
Hapus