Minggu, 26 Juli 2020

Semiotika Komunikasi : Alam Adalah Kitab Yang Terbentang




Allah SWT menurunkan kitab Al-Qur'an melalui perantara Rasulullah sebagai petunjuk bagi umat manusia di muka bumi. Alquran begitu kompleks memuat tentang ajaran- ajaran kehidupan, proses penciptaan langit dan bumi, penciptaan jin dan manusia, kisah para Nabi ratusan juta tahun yang lalu, ilmu pengetahuan, dan segalanya terdapat dalam Alquran. Kita semua sebenarnya sadar akan hal itu. Namun terkadang kesibukan menjadi kambing hitam sehingga kita lalai dalam membaca dan mentadabburi pesan- pesan cinta Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Astagfirullah…

Alam raya diciptakan Allah SWT sebagai tempat tinggal manusia dan seluruh mahluk ciptaannya. Namun pernahkah kita menyadari bahwa alam raya juga merupakan kitab yang dibentangkan Allah agar manusia mengambil pelajaran dan hikmah dari segala peristiwa yang terjadi? Saya mengambil contoh kasus seperti ini, dipagi hari ketika Ahmad akan berangkat ke kantor tiba- tiba Ahmad tersandung batu kecil di depan rumah. Ahmad  menggerutu, “ahh… kenapa harus terjatuh sih? “Padahal dia sedang buru- buru karena takut akan telat tiba di kantor. Bukan hanya menggerutu, Ahmad bahkan tidak sadar mengumpat ke batu kecil tadi. Akhirnya Ahmadpun berngkat ke kantor dengan perasaan yang gusar, campur aduk antara sakit karena jatuh dan takut terlambat. Dalam perjalanan ke kantor, Ahmad melihat orang ramai di tengah jalan, diapun kembali  menggerutu, “aduhh… tambah telat deh”. ahmadpun akhirnya turun dari kendaraan dan menghampiri keramaian orang. Ternyata telah terjadi sebuah kecalakaan sekitar 5 menit yang lalu. Barulah si Ahmad sadar bahwa, 5 menit yang lalu dia sedang tersandung batu kecil dan telah diselamatkan oleh Allah dari kecelakaan yang  besar .

Lain si Ahmad, lain pula dengan si Ani.  Ani sedang merasakan hatinya berbunga- bunga karena baru saja dilamar oleh sang pujaan hati setelah pendekatan 6 bulan dan akhirnya Ta’aruf  9 tahun. Persiapan pernikahanpun dilakukan, mulai dari memesan gedung pernikahan, catering, dekorasi, cetak undangan, foto prewed, sampai memesan tiket bulan madu ke Eropa. Begitu matang dan indah rencana pernikahan mereka. Namun satu minggu sebelum hari H, sang calon mempelai pria tiba- tiba ingin membatalkan acara  pernikahan mereka tanpa alasan yang jelas. Hancurlah hati si Ani dan keluarganya menanggung malu yang teramat sangat. Si Ani frustrasi sampai tidak berani keluar rumah karena merasa malu. Singkat cerita, datanglah seorang pria yang belum lama dikenal dan memiliki niat untuk meminang si Ani. Setelah istikharah, tanpa pikir panjang lamaran diterima dan akhirnya merekapun menikah. 2 bulan setelah pernikahan mereka, Ani mendapat kabar bahwa mantan calon suaminya yang dulu ditangkap polisi karena terjerat kasus narkoba. Ternyata begitulah cara Allah menyelamatkan Ani dari hal yang buruk. seindah- indahnya rencana manusia, rencana Allah pasti jauh lebih indah.

Tentunya dalam kehidupan ini, kita sering atau bahkan pernah mengalami kejadian- kejadian serupa. Ditipu teman, uang dibawa kabur oleh orang yang kita percayai, dan masih banyak lagi hal- hal tidak menyenangkan yang kita lalui. Sesaat kita jengkel, marah, menangis semalam, dan melakukan hal- hal untuk meluapkan kemarahan, tanpa kita sadari bahwa begitulah cara Allah mencintai kita.  Allah ingin kita belajar  semiotika komunikasi dari tanda- tanda alam yang diberikan. Bukankah  kita meyakini bahwa tidak ada satu daunpun yang jatuh tanpa kehendak Allah? Artinya kita meyakini bahwa, segala sesuatu yang terjadi di muka bumi, yang terjadi terhadap kehidupan kita, adalah kehendak dari Allah sang pemilik kehidupan.  Kita tidak suka jika ada teman yang menipu, Allah  ingin kita belajar untuk tidak melakukan hal itu kepada orang lain. Banyak bencana alam yang terjadi, namun kita sebagai manusia masih kurang peka dengan tanda yang diberikan Allah kepada kita. manusia masih sering menebang pohon, membuang sampah sembarangan, sehingga bencana banjir dan tanah longsor  masih sering terjadi.  Setiap hari kita mendengar dan menyaksikan berita kematian. Allah ingin kita sadar, bahwa suatu saat nanti kita akan melewati proses yang sama. Semoga kita lebih bijak lagi dan lebih bisa memaknai setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita kedepannya.

Sebagai penutup tulisan ini, saya mengutip sebuah kalimat indah dari Wahyu Sujani,

“Langit adalah kitab yang terbentang…
Bumi adalah kitab yang terhampar…
Manusia adalah kitab yang berjalan…
Sedangkan Al-Qur’ an adalah cahaya di dalam kegelapan…”


13 komentar:

  1. Betapa banyaknya tanda-tanda kekuasaan Allah swt., dan manusia tidak menyadarinya dan tidak mensyukurinya. Mantap de.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye bu.kita kebanyakan mengeluh daripada bersyukur

      Hapus
  2. Masyaa Allah...memahami pesan cinta dariNya..😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kk... Allah sangat cinta sm kita..tapi kita sering lupa sadari

      Hapus
  3. Luar bu tulisanta bu. Sgt menyentuh.😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dek.. ini sebagai self reminder juga buat sy...😊

      Hapus
  4. Bedebest. Sabar dan Syukur saat ditimpa dan dberikan nikmat

    BalasHapus

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...