Sabtu, 27 Juni 2020

Social Media is a Social Virus


Saat ini Siapa yang tak kenal dengan media sosial. Mulai dari yang tua sampai yang muda sangat menggandrungi “mainan” ini. Orang- orang bahkan rela duduk berjam- jam di depan laptop atau berbaring sambil memandangi Handphone demi media sosial. Saya sangat tertatrik jika mengkaji hal- hal tentang media sosial. Sebab produk new media yang satu ini tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Media sosial merupakan hasil dari konvergensi media atau penggabungan media. Yakni media lama dan media baru atau dikenal dengan istilah New Media.

Media sosial adalah sarana/ Media yang digunakan orang- orang untuk terhubung dengan orang- orang yang ada di sekitarnya. Atau dengan kata lain sarana yang digunakan untuk bersosialisasi. Media sosial sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tahun 1978 orang- orang menggunakan papan buletin sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Namun tentunya dengan jangkauan yang terbatas, sebab hanya dapat ilihat oleh orang- orang dengan jarak yang dekat saja. 

Seiring dengan perkembangan zaman, media sosial kini berevolusi dan menghasilkan banyak produk yakni, website, blog, konten, situs jejaring sosial, virtual game world, dan virtual social world. Namun, banyak kesalah pahaman yang terjadi dimasyarakat saat ini. Kebanyakan menganggap bahwa media sosial hanya terbatas pada aplikasi facebook, twitter, Whatsapp, dan aplikasi- aplikasi lain yang sedang tren saat ini. Padahal aplikasi- aplikasi tersebut termasuk dalam situs jejaring sosial yang menjadi sub bagian dari media sosial.

Fenomena masyarakat saat ini sangat rentan terpapar virus media sosial, khususnya jejaring sosial.  Hal ini tentunya menjadi lahan empuk bagi pembuat aplikasi jejaring sosial untuk terus berinovasi dan berlomba- lomba menyediakan fitur- fitur yang lebih menarik.  Jika dahulu orang- orang hanya dapat mengakses friendstrer dengan mendatangi  warnet, maka saat ini orang-orang dapat mengakses Instagram atau facebook melalui smartphone sambil  bersantai  di rumah.  Provider- providerpun turut berlomba mempromosikan kuota murah unlimited.

Seperti halnya media massa pada umumnya, Media sosial juga memiliki beberapa fungsi diantaranya fungsi informatif, fungsi edukatif, fungsi persuasif, dan fungsi menghibur.  Dikatakan informatif  karena media sosial digunakan untuk saling bertukar informasi yang bermanfaat. Media sosial juga kerap digunakan sebagai sarana edukasi bagi semua kalangan, baik pelajar maupun mahasiswa. Kemampuan media sosial untuk mempengaruhi atau mengajak orang lain tentunya tidak diragukan lagi. Selanjutnya fungsi hiburan yang banyak diklaim oleh masyarakat namun juga sering disalah artikan.

Saat ini tidak jarang kita jumpai orang-orang  mengupdate status WA atau Istastory bagaikan diary. Gerak dikit upload, balik kanan upload, hadap kiri upload. Tidak mengenal batasan usia, anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa sekalipun, rata- rata memiliki perilaku dalam menggunakan jejaring sosial yang sama. Jika melihat dari kacamata media sosial sebagai fungsi hiburan, maka tidak ada yang salah dari fenomena itu. Sebab bisa saja orang- orang mengatasi kejenuhan mereka dengan update status,foto, atau video  di media sosial, dan saling beromentar. Yang menjadi persoalan kemudian adalah, ada sebagian orang yang tidak siap mental untuk menghadapi terpaan postingan orang- orang tentang kehidupannya di media sosial.

Namanya saja jejaring sosial, dunia maya. Tentunya tidak semua yang kita saksikan itu betul adanya. Sebab ada dua  tipe pengguna media sosial, khususnya jejaring sosial. Ada  tipe apa adanya, dan ada tipe yang ada apanya. Tipe apa adanya adalah tipe dimana kehidupan dunia mayanya sama dengan kehidupannya di dunia nyata. Sedangkan tipe yang ada apanya adalah, tipe dimana kehidupan dunia mayanya jauh berbeda dari kehidupan dunia nyatanya. Oleh karena itu, tidak seharusnya status- status atau postingan orang lain di media sosial dijadikan sebagai pembanding kehidupan yang kita jalani. Sebab jika kita merasa iri,dengki bahkan gila melihat postingan orang lain, maka kesalahan tidak terletak pada orang yang memposting. Tapi salah kita yang terpengaruh dengan postingan orang lain yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan hidup yang kita jalani.

Jadi, mari kita kembali pada istilah Smartphone for Smart People. Orang lain bisa melakukan apa saja dengan gadget yang mereka miliki. tugas kita bukan menjudge atau ikut-ikutan dengan hal yang tidak sesuai dengan kepribadian kita. Semoga kita tetap istiqomah menjalankan kehidupan normal di dunia nyata maupun dunia maya, agar dunia kita tetap diridhoi oleh-Nya.

Minggu, 21 Juni 2020

Doa Adalah Bentuk Komunikasi Terbaik di Muka Bumi


Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas tentang definisi komunikasi. Dimana komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator( pemberi pesan)  kepada komunikan( penerima pesan). Komunikasi dikatakan efektif apabila, pesan yang disampaikan oleh komunikator, dapat diterima dan dipahami oleh komunikan.  Apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak dapat dimengerti oleh komunikan, maka komunikasi dinyatakan tidak efektif atau lebih dikenal dengan istilah miskomunikasi.

Ada beberapa bentuk komunikasi yang disepakati oleh para ahli. Yakni, komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Komunikasi intrapersonal adalah proses penyampaian pesan yang terjadi dengan diri  sendiri. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang dan bersifat pribadi. Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara dua orang atau lebih, sedangkan komunikasi massa adalah proses komunikasi yang menggunakan media massa sebagai srana komunikasi.

Selain bentuk komunikasi, terdapat pula pola komunikasi yang meliputi komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, dan komunikasi sirkular. Dimana komunikasi verbal menggunakan bahasa lisan sebagai alat komunikasi , komunikasi nonverbal menggunakan bahasa isyarat atau simbol. Sedangkan pola komunikasi sirkular terjadi ketika terjadi umpan balik antara komunikator dan komunikan saat berkomunikasi.

Saat berkomunikasi dengan manusia, tentunya kita harus memilih bentuk dan pola komunikasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Selain itu, kita juga harus memperhatikan jelas atau tidaknya pesan yang disampaikan agar betul- betul dapat dimengerti oleh si penerima pesan.  Namun, pernahkah kita sadari bahwa ada bentuk komunikasi yang tidak begitu membutuhkan pola yang tepat dalam pelaksanaannya. Yah… DOA.

Doa adalah bentuk komunikasi tertinggi yang dimiliki manusia. Doa adalah media komunikasi yang menghubungkan kita dengan Sang Pemilik alam raya. Setiap masalah yang dihadapi oleh manusia dapat dikomunikasikan dengan Doa. Doa tidak mengenal bentuk pola. Setiap manusia diperkenankan berdoa dengan bahasa yang dimengerti. Verbal ataupun nonverbal, bahkan ketika manusia tidak mampu lagi  berkata- kata dan hanya mampu  bergumam dalam hati, doa akan tetap sampai dan dipahami oleh  Sang pemilik Doa, Allah Azza Wajalla. Seperti Firman-Nya dalam surah  Al- Mu’min:60, “Berdoalah Kepadaku, Niscaya akan Aku Kabulkan”.

Sampai saat ini saya baru menyadari, bahwa tidak ada komunikasi terbaik di muka bumi yang melebihi Doa. Doa juga menggambarkan bagaimana manusia sangat membutuhkan Allah SWT dalam setiap sisi kehidupan. Doa menjadikan kita sadar, bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, dan tidak ada daya upaya melainkan pertolongan dari Allah.

Dalam Al Quran surat Al Araf ayat 55-56, "Mohonlah (berdoalah) kamu kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan suara lembut, bahwasannya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas; dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (Allah)memperbaikinya; dan mohonlah (berdoalah) kamu kepada Allah dengan rasa takut dan harapan (sangat mengharap); bahwasannya rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang-orang, yang ihsan (orang-orang yang berbuat baik)." Dalam Doa kita telah diajarkan adab- adab berkomunikasi yang baik, yakni dengan suara yang lembut, tiak terlalu keras. Bukankah dalam komunikasi antarmanusia kita juga seharusnya menerapkan adab itu? Sebab suara yang keras dapat membuat orang lain merasa kesal, atau bahkan tersinggung yang kerap kali berakhir pada pertikaian.

Kehidupan dunia tidaklah mudah. Makanya Allah membekali kita dengan media Doa untuk menceritakan segala keluh kesah. Sebab meski manusia sudah tidak memiliki harta bahkan sebutir beraspun manusia masih memiliki Doa yang bisa dia panjatkan  dengan tulus kepada Sang Pemilik Kehidupan. Dan yakinlah, bahwa Allah tidak pernah bosan mendengar setiap rintihan Doa yang kita panjatkan.

Aisyah Rusnali

Selasa, 16 Juni 2020

RAMAI-RAMAI PAMER TOGA, RAMAI KOMENTAR WARGA



Sejatinya momen wisuda adalah salah satu momen yang paling dinanti bagi semua mahasiswa. Perjuangan menempuh pendidikan selama kurang lebih 4 tahun di bangku kuliah, akhirnya menemukan ujungnya. Pada kenyataannya momen wisuda hanyalah penantian pemindahan tali toga dalam hitungan menit. Namun, proses dibalik peristiwa itu adalah sebuah perjuangan panjang yang melelahkan.

Persiapan wisuda bagai persiapan pernikahan. Baju seragam wisuda yang telah disiapkan sebulan sebelum hari H, catering untuk syukuran, bangun subuh untuk makeup bagi kaum wanita, dan persiapan lain untuk menempuh hidup baru pascawisuda. Bahkan bagi sebagian masyarakat, prosesi  wisuda adalah ritual sakral yang tidak boleh dilewatkan. Maka tidak heran jika parkiran penuh pada saat penyelenggaraan wisuda, sebab dibalik 1 orang wisudawan terdapat 1 kompi keluarga yang turut serta. Bisa dibayangkan bagaimana  jika wisudawan jumlahnya ratusan atau ribuan.

Wisuda juga bagaikan tradisi piknik. Banyak yang mempersiapkan bekal makanan dari rumah. Buras, ayam, sokko, peco', bajabu', dll. Bahkan saya pernah menyaksikan ritual "baca-baca" yang dilakukan oleh keluarga wisudawan di area kampus pada saat wisuda. Dimana ritual "baca-baca" biasanya dilakukan oleh orang bugis untuk acara- acara penting. Seperti masuk rumah baru, setelah panen, memasuki bulan Ramadhan, pernikahan, dan acara-acara sakral lainnya.

Hampir seluruh alumni 2020 tidak dapat melaksanakan prosesi wisuda karena pandemi COVID-19. meskipun ada yang melaksanakan wisuda secara online, namun tentulah euforianya akan sangat jauh berbeda ketika wisuda dilaksanakan dalam sebuah gedung mewah dengan iringan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas. 

Baru-baru ini warga net dihebohkan dengan fenomena baru. Foto- foto wisuda dari puluhan tahun yang lalu tiba-tiba ramai berseliweran di jagad maya. Foto dengan hashtag wisudaLDR tersebut, konon diperuntukkan untuk menghibur teman-teman alumni 2020 yang tidak dapat mengikuti wisuda karena COVID-19. Saya pertama kali melihat challenge upload foto wisuda tersebut di akun Instagram  Presenter kenamaan tanah air, Najwa Shihab. sekilas saya hampir tergoda untuk mengikuti challenge tersebut. Beruntungnya saya tidak menemukan file foto wisuda di laptop. kemudian saya berpikir, kok agak aneh yah? Benarkah unggahan tersebut betul- betul tepat sasaran? Benarkah menghibur?

keesokan harinya ramailah warga net berkomentar tentang challenge tersebut. Pro kontra pasti terjadi. ada yang mendukung, tak sedikit pula yang menghujat. saya mencoba menganalisa seperti ini, kira- kira jika saya berada di posisi adik- adik 2020 yang tidak dapat melaksanakan wisuda kemudian saya melihat orang-orang memamerkan foto wisudanya, perasaan saya bagaimana yah? jujur bukan hiburan yang saya dapatkan. Tapi sedih yang semakin mendalam. Ibaratnya kita menginginkan sebuah barang tapi uang kita tidak cukup untuk membelinya. kemudian kita melihat teman kita memamerkan foto dengan barang yang kita inginkan. rasanya sakit, tapi tidak berdarah. mungkin seperti itu. Tetapi kembali lagi, tidak ada yang dapat memahami maksud orang lain lebih baik dari Tuhan dan dirinya  sendiri. 

fenomena tersebut kembali membuktikan bagaimana kekuatan media dapat mempengaruhi pikiran dan mengubah perilaku manusia. Teori jarum hipodermik yang dipopulerkan oleh Harold Lasswell 100 tahun yang lalu kini benar adanya. Menurut teori jarum hipodermik, pesan digambarkan seperti sebuah peluru ajaib yang memasuki pikiran khalayak dan menyuntikkan beberapa pesan khusus. Teori ini juga menjelaskan bagaimana media mengontrol apa yang khalayak lihat dan apa yang khalayak dengar. Menurut teori ini, efek media terhadap khalayak massa bersifat langsung atau tertunda di masa depan

Sejatinya media massa diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menyebarkan informasi bermanfaat kepada orang banyak. Namun kebanyakan manusia saat ini menggunakan media massa khusunya media sosial sebagai sarana mengekspresikan diri untuk sekedar memperoleh ketenaran tanpa menimbang manfaatnya. Oleh karena itu, setiap pengguna media massa harus pandai memilih  apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengarkan, sebab filter terbaik bagi efek media adalah diri kita sendiri. Gunakan kedua tangan sebagai  penutup mata dan telinga untuk hal- hal yang tidak perlu kita lihat dan tidak perlu kita dengar. Gunakan pikiran untuk mencerna jika terlanjur melihat dan mendengar sesuatu yang tidak perlu itu, gunakan hati nurani yang bersumber dari keimanan untuk menetralisir semua pengaruh buruk media, In Syaa Allah kita kan menjadi manusia yang kebal terhadap terpaan buruk media apapun. jamaahhhh...ohh...jamaah....Alhamdulillah.


Aisyah Rusnali

Sabtu, 06 Juni 2020

KRISIS PERCAYA DIRI PENYEBAB KRISIS KOMUNIKASI

Istilah krisis tentunya tidak asing lagi di telinga kita. Tahun 1998 saat peralihan dari masa Orde Baru ke masa Reformasi, krisis ekonomi dan moneter atau biasa disingkat krismon hampir tiap hari kita dengarkan dipemberitaan.  saat ini istilah krisis pasca pandemi COVID-19 mencuat kembali. Hampir semua Negara terdampak pandemic COVID-19, mengalami krisis ekonomi. Namun kali ini, saya tidak akan membahas tentang krisis ekonomi. Saya hanya berusaha mengantarkan anda mengingat kembali  kondisi krisis seperti apa.

Krisis diartikan sebagai kondisi yang berbahaya, keadaan yang genting, keadaan yang suram (KBBI). Pernahkah kita berada pada situasi dimana kita merasa tidak nyaman dengan pakaian yang kita pakai? Atau pada saat ujian, kita merasa gelisah karena tidak belajar. Terkadang kita juga merasa malu untuk berbicara di hadapan orang banyak, intinya kita merasa kurang percaya diri dalam suatu keadaan. Kita sering menganggap sepele hal- hal tersebut. Padahal tanpa kita sadari, kita sedang mengalami krisis percaya diri pada saat itu.

Banyak orang yang mengatakan dirinya pemalu, sehingga dia tidak berani berbicara di hadapan orang banyak. Hal itu sudah tersetting dalam pikirannya selama bertahun- tahun. Sehingga alasan “pemalu” sering dijadikan kambing hitam terhadap situasi krisis percaya diri yang dialami. Beberapa peneliti mengatakan bahwa sifat pemalu diturunkan dari gen, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi.  sifat malu akan berdampak pada rendahnya tingkat kepercayaan diri seseorang. Dan kurangnya rasa percaya diri dapat  menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis komunikasi.

Sebagai contoh, saya biasa memberikan kuis kepada mahasiswa diakhir sesi perkuliahan. Pertanyaannya sederhana, seputar topik yang dibahas pada hari itu. Pada saat saya memberikan pertanyaan, hanya satu atau dua mahasiswa yang mengacungkan tangan dan bersedia menjawab pertanyaan dengan sukarela. Kemudian saya memberikan kesempatan kembali dengan mengatakan “ ada lagi  yang mau menjawab?”. Semua diam, ada yang tunduk, ada  yang pura- pura membaca, ada juga yang seolah- olah berdiskusi. Namun ketika saya menyebutkan beberapa nama dan meminta mereka untuk menjawab, mereka dengan mudah  memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan kuis. Hal ini membuktikan bahwa, sebenarnya mereka tahu dan bisa menjawab. Hanya saja mereka masih kurang PD untuk berbicara di depan umum jika tidak dipaksa. Alasannya macam- macam, takut salah, takut dikatakan sok pintar, malu, dan alasan- alasan klise lainnya.

Adalah hal yang wajar jika manusia memiliki rasa malu. Sebab dalam Islam, malu adalah salah satu sifat yang terpuji. Tapi malu yang dimaksudkan disini adalah, perasaan malu ketika kita berbuat maksiat di hadapan Allah.  Krisis PD dapat diatasi dengan banyak cara. Misalnya, memperbanyak link pertemanan yang berfaedah, menambah referensi bacaan, menonton tayangan yang bermanfaat, dan yang tidak kalah penting rajinlah berlatih agar terbiasa tampil di depan orang banyak. Karena segala sesuatu akan terasa mudah apabila telah terbiasa. Kemudian yakinlah, bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan.

Saat ini muncul spesies manusia jenis baru. Yakni manusia yang malu bertemu langsung dengan manusia lain, tapi sangat hyperaktif di depan lensa kamera.hehe…#justajoke

(Aisyah Rusnali)

Sabtu, 30 Mei 2020

ETIKA KOMUNIKASI TERGERUS MODERNISASI

ETIKA KOMUNIKASI TERGERUS MODERNISASI



Kita sering mendengar istilah “etika” dalam kehidupan sehari- hari. Kita makan, bekerja, berbicara, berjalan, beribadah, semua ada etikanya. Ketika ditanya apa pengertian etika? Dengan gamblang kita menjawab etika adalah aturan.  Namun, menurut Tuan Guru Besar KBBI, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Jadi ketika kita menjawab etika adalah aturan, itu adalah kesimpulan dari pengertian etika menurut KBBI. Segala sesuatu yang berkenaan dengan hal  yang baik atau hal yang buruk kita istilahkan dengan etika atau aturan.

Demikian juga istilah “komunikasi”, tentunya sangat tidak asing lagi ditelinga kita. Mulai saat kita terbangun dipagi hari, kemudian berangkat ke kantor, pulang ke rumah, sampai beristirahat kembali di malam hari, semuanya dipenuhi dengan aktifitas komunikasi. Sebab tidak ada manusia normal yang tidak membutuhkan komunikasi. Saya pernah bertanya  pada mahasiswa tentang definisi komunikasi. Jawaban merekapun bermacam- macam. Ada yang menjawab komunikasi adalah bercakap- cakap. Ada pula yang mengatakan komunikasi adalah ketika saya menelpon orang lain menggunakan handphone. Dan jawaban yang paling mengesankan adalah komunikasi itu adalah aktifitas orang- orang yang bekerja di Telkom. Sebenarnya jawaban mereka tidak ada yang salah, namun kurang ilmiah. Karena pengertian komunikasi yang disepakati oleh para pakar adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ( pemberi pesan) kepada komunikan (penerima pesan).

Lalu, apa pengertian dari “etika komunikasi”? jika melihat penjelasan di atas, maka dapat  kita uraikan bahwa etika komunikasi adalah ilmu yang mengatur tentang hal yang baik dan yang buruk dalam proses pertukaran pesan. Pernahkah kita berpikir bahwa, etika anak- anak Jaman Now sudah sangat jauh berbeda dari etika anak- anak jaman old? Saya merasa bahwa perilaku anak- anak jaman sekarang berbeda dengan perilaku saya waktu masih kanak- kanak. Atau mungkin saya hanya terbawa perasaan.

Namun jika memutar kembali memori saat masih dibangku Sekolah Dasar, saya masih ingat betul bagaimana rasanya kayu rotan jika ada yang berani berbicara saat  Bapak/Ibu Guru sedang menjelaskan. Jika ingin ke kantin, saya dan teman- teman mencari jalan lain asal tidak lewat di depan ruang Guru. Jika sangat mengharuskan melewati ruang Guru, maka kami berjalan sambil membungkuk dengan tangan kanan nyaris menyentuh tanah. Orang bugis mengistilahkan dengan “Mappatabe’”.  Padahal Guru di dalam ruangan tidak ada yang memperhatikan kami, karena mereka sibuk bercakap- cakap. Namun tetap saja ada rasa sungkan yang teramat sangat dalam.

Saat dibangku kuliah, momen menghubungi  Dosen Via Telepon ataupun SMS adalah salah satu momen paling mendebarkan. Untuk sekedar mengingatkan jadwal perkuliahan atau bermaksud meminta tanda tangan KRS, SMS dikonsep dengan metode ketik- hapus agar tidak salah dalam memilih kata- kata yang sopan. Namun saat ini, ketika saya menerima pesan Whatsapp dari mahasiswa, saya mengira itu pesan dari teman kuliah atau teman sesama dosen. Kalimat pesannya kebanyakan bernada curhat, apa lagi jika mereka bermaksud ijin tidak mengikuti kuliah.  

Zaman terus mengalami perubahan. Tentunya segala bidang kehidupan juga turut mengalami perubahan. Tidak terkecuali teknologi informasi yang semakin hari perkembangannya semakin pesat. Generasi muda saat ini tidak lagi kesulitan memperoleh berbagai macam informasi dimanapun dan kapanpun. Akses internet hampir telah menjangkau seluruh bagian terkecil pelosok tanah air. Setiap hari anak- anak remaja mengonsumsi tontonan dan informasi  dari berbagai penjuru dunia. Sehingga tidak mengherankan kerap kita menjumpai anak atau keponakan kita yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah hafal dengan lagu dan tarian Girl Band asal Korea Selatan, Black Pink. Tren Youtuber juga tidak kalah pamor saat ini, tidak heran jika banyak anak usia balita yang tidak lagi bercita- cita menjadi Dokter ataukah Polisi, namun bercita- cita menjadi seorang Youtuber. Kemudian ketika kita berpapasan mereka akan menyapa kita “ halo guys”. Itulah dampak modernisasi yang banyak dikhawatirkan oleh orang tua kita dahulu. Lalu bagaimana dengan etika dan adat ketimuran yang dijunjung tinggi oleh nenek moyang kita sejak dulu kala?

Sejatinya pelajaran etika secara khusus memang tidak kita terima dibangku sekolah. Pesan moral tentang etika kehidupan berbangsa biasanya hanya kita temui dimata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bagaimana kita berjalan dengan baik, bertingkah laku dengan baik, bertutur kata dengan baik, sebagian besar kita dapatkan dari pendidikan nonformal dalam kehidupan sehari- hari. Peran keluarga sebagai tempat kita tumbuh dan berkembang tentunya sangat mempengaruhi perilaku dan adat istiadat kita dalam pergaulan. Tentulah menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua orang tua, khususnya tenaga pendidik. Bagaimana kita dapat menanamkan nilai- nilai yang baik kepada anak kita, siswa, ataupun mahasiswa. Mengingat perkembangan zaman yang semakin hari semakin modern ini. Tidaklah mungkin bagi kita menarik diri dari pergaulan dan kemajuan teknologi, sebab setiap detik informasi berubah bagaikan denyut jantung. Tidak perlu memilih bagian  mana yang harus diutamakan. Sebab semua dapat berjalan seiring sejalan sehingga kita   mampu menjadi manusia modern yang beretika.

Rabu, 20 November 2019

REVIEW SPECTRA Q PLUS DUAL PUMP


Setelah hamil dan melahirkan fase, yang tak kalah butuh perjuangan adalah mengASIhi. banyak moms di luar sana yang justru mengalami masa- masa sulit dalam memberikan ASI kepada sang buah hati tercinta. nah, saya salah satunya. Menurut saya memberikan ASI itu tidak semudah yang dibayangkan. puting lecet, payudara bengkak dan nyeri, dan masih banyak drama lainnya.makanya saya sangat mengapresiasi ibu- ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun. produksi ASI saya tidak  begitu banyak.Meski sudah minum suplemen ASI dan makan sayur segala macam, yah tetap segitu- gitu aja.Tapi tetap disyukuri, karena setidaknya masih ada. makanya saya tetap bantu dengan sufor. Karena menurut saya stok ASInya tidak cukup buat si baby.

pasca lahiran kemarin, saya menggunakan pompa ASI manual . pada kelahiran anak saya yang sebelumnya saya memang menggunakan pompa manual merk Medela. dan itu berhasil saya pakai sampai 1 tahun usia si kakak saat itu dengan selamat sentosa. tapi dikelahiran si adek kali ini, kok beda yah. saya sempat mengalami mastitis sampe demam dan menggigil. setelah saya googling ternyata penyebab mastitis itu bisa karena bakteri yang disebabkan oleh puting yang lecet, bisa juga karena pada saat pumping ASI tidak keluar maksimal jadi payudara tidak betul- betul kosong. Sayapun mengajukan ke pak suami untuk membeli pompa elektrik. berdasarkan hasil nyari- nyari di shopee dan google, ketemulah dengan Spectra Q plus dual pump ini. dibandingkan dengan pompa Spectra yang harganya lumayan mahal yah, Spectra Q plus ini sedikit lebih ekonomis. suami saya membelinya dengan harga 800 ribu setelah dapat potongan 50 ribu. saat itu suami saya juga ditawarin silikon biar puting gak sakit katanya, dengan harga 75 ribu. namanya bapak- bapak ditawarin yah iya-  iya saja. padahal menurut saya tidak harus. toh tanpa silikon tidak sakit sama sekali kok saat dipakai.




Spectra Q plus dual pump ini terdiri dari dua botol penampungan ASI,dua corong, dua selang penghisap yang menghubungkan ke mesin pemompa. kelebihan dari breast pump ini , kita tdak perlu takut ASI masuk ke mesin pompa. karena selangnya sudah dilindungi dari dua lingkaran penyaring. jadi ASI gak bakal masuk ke mesin seperti pompa- pompa elektrik kebanyakan. .Bagiannya juga tidak terlalu banyak, jadi sangat cocok dibawa bepergian. Mode hisapnya juga bisa diatur sesuai kenyamanan. mulai dari mode massage, kemudian bisa ditingkatkan kekuatan hisapnya menggunakan tombol + dan tombol - untuk mengurangi. Namun kelemahan dari pompa ini adalah, dia tidak bisa meggunakan baterai AA, dan juga tidak bisa dicas, melainkan harus terhubung langsung ke listrik apabila ingin digunakan. Namun tenang saja, jika ingin dibawa bepergian, kita bisa mennggunakan power bank. Semua penjelasan  lengkap di buku panduan yang disediakan. buku panduanpun terdiri dari dua buku, yakni satu berbahasa Indonesia dan 1 berbahasa Inggris. pokoknya, Spectra Q Plus dual pump ini recomended lah,


Rabu, 24 Oktober 2018

Idola bernama CPNS (kisah perjuangan melalui tes CPNS)


 Jika mendengar singkatan CPNS,aduhh...siapa sih yang tidak mau. Yah meski tidak semuanya mau, tapi pada umumnya masyarakat Indonesia masih berusaha untuk memperebutkan posisi-posisi itu. Salah satunya adalah saya.
       Awal lulus S1,saya belum kepikiran buat daftar yang namanya CPNS. Kalau ditanya mau jadi PNS gak? Jawaban saya, belum sekarang.entahlah nanti. Intinya saya lebih tergiur dengan kerjaan kantoran. Jadi banker misalnya. Dan Alhamdulillah, saya pernah diberi kesempatan untuk merasakan gimana sih jadi seorang banker. Meskipun cuma bertahan hampir tiga tahun,tepatnya dua tahun delapan bulan. Dengan alasan mau lanjutin kuliah, resignlah saya dari bank tempat saya bekerja.
      Setelah lulus S2, Alhamdulillah dapat jodoh juga. Dan beruntungnya, suami saya tidak pernah melarang saya menggunakan ijazah saya untuk melamar pekerjaan. Jadilah saya mendaftar sebagai dosen tetap non PNS di salah satu PTKIN di daerah saya. Alhamdulillah, lagi-lagi Doa saya dikabulkan.saya lulus jadi DTNP. 
  Setahun mengabdi sebagai DTNP, terbukalah lowongan pendaftaran CPNS 2017. Saya iseng aja ngintip-ngintip formasi yang ada. Dan ternyata, di kampus tempat saya mengabdi, ada satu formasi disen komunikasi yang diajukan. Antara senang dan tidak juga. Dalam hati, ahh... cuma satu. Sementara saingannya pasti banyak. Di kampus saya saja sudah ada teman saya sendiri. Yang pastinya kalau saya fan dia lolos CAT, pastinya kampus bakal lebih mempertimbangkan memilih teman saya, karena dia sudah mengabdi lebih lama dari saya.
   Saya langsung menyampaikan info tersebut epada suami saya yang tugasnya jauh di pegunungan sana. Kata dia, "daftar saja.toh tidak ada salahnya mencoba.siapa tau emang rejeki." Ibu sayapun berpendapat demikian. Ya udah, Bismillah saja. Daftarlah saya di formasi tersebut. Tentunya dengan berbagai dram melengkapi berkas, mulai dari akte kelahiran saya yang namanya beda dengan ijazah,ngurusin SKCK, dan masih banyak lagi, tapi Alhamdulillah berkas- berkas itupun terkirim juga.
       Saatnya pengumuman kelulusan berkas. Alhamdulillah,nama saya ada diantara lima orang yang dinyatakan lulus berkas. Ujian baru dimulai lagi. Tes CAT yang menjadi momok menakutkan setiap pelamar CPNS, mau tidak mau harus saya hadapi juga. Teman- teman yang lain sudah pada sibuk bikin kelompok belajar buat persiapan ujian CAT. Saya,masih sibuk mondar- mandir atur jadeal ngajar dan ngurusin baby. Waktu itu anak saya batu berusia empat bulan. Kebayangkan repotnya ngatur waktu belajar sambil ngurusin baby. Rencananya sih, kalau babynya tidur, disitulah kesempatan saya buat belajar. Tapi kenyataannya, kalau babynya tidur, saya juga ikut-ikutan tidur. Jadi, kapan dong saya belajarnya? Saya juga bingung mau jawab pertanyaan itu. Intinya,kalau ada kesempatan saya berusaha untuk baca-baca buku panduan test CAT warisan dari ipar saya. Saya jyga download beberapa aplikasi test CAT yang ada di app store. Jarak rumah saya ke tempat ngajar saat itu lumayan jauh. Jadilah perjalanan saya ke tempat ngajar dijadikan kesempatan buat pelajarin aplikasi- aplikasi CAT yang sudah saya download. Dan menurut saya itu ngebantu banget. Kenapa, soal- soal yang berulang menjadikan kita mudah mengingat materi- materi yang ada.khususnya TWK. Yang memang membutuhkan waktu untuk membaca materi yang buaaaanyak banget.
    Seminggu sebelum tes, barulah saya minta tolong sepupu saya buat nyariin buku pa duan tes CONS terbaru di gramedia. Dari sekian banyaknya judul buku pa duan tes CPNS, saya minta dicariin yang ada logo best sellernya.menurut saya itu yang bagus. Jujur saya baru bisa fokus belajar satu minggu menjelang hari H. Intensnya itu dua hari sebelum tes. Jadilah saya dan suami ditambah adik sepupu jadi tim belajar kelompok. Saya tipe orang yang cepat nangkap jika materinya dibacakan. Jadi, sepupu saya yang kebetulan kuliah di hukum, saya suruh buat bacain semua pasal- pasal lengkap dengan ayat- ayatnya. Dan metode itu ampuh di saya. Untuk materi TIU yang lumayan banyak dikeluhkan orang termasuk saya, tidak ada jalan lain selain perbanyak latihan soal- soal. Karena sebenarnya kunci dari TIU, model soalnya sama.cuma angkanya aja yang beda. Kalau soal- soal TKP saya rasa, selama kita masih normal dan tidak mengalami gangguan kejiwaan, in syaa Allag bisa dilahao dengan baik.
    Selasa, 24 Oktober 2017. Saya tidak mungkin melupakan hari bersejarah itu. Hari yang penuh ketegangan dalam hidup saya. Hari ini bakal menentukan gimana nasib saya kedepan. Tibalah hari ujian. Segala persiapan sudah dilakukan, selebihnya serahkan pada Sang Maha pemilik kehidupan. Saya mendapat jadwal tes pukul 12 siang. Saya diantar suami dan baby saya. Sementara saya ujian, mereka nunggu di parkiran. Bagaimana mungkin saya mau menyia-nyiakan pengorbanan mereka. Saya pamit pada suami saya, sambil cium tangan saya minta didoakan. Saya juga menelpon ibu dan mama mertua saya terlebih dahulu. Karena saya merasa pintu langit akan terbuka lebar jika Ibu mendoakan anaknya. Ritual ini yang selalu saya jalankan sebelum menjalani tes apapun. Dan Alhamdulillah selalu sukses.semoga kali ini juga demikian.
    Sebelum memasuki ruang ujian, kita dikumpulkan di satu ruangan buat mengikuti penjelasab panduan tes CAT. Saya seruangn dengan Beberapa teman yang saya kenal. Ada yang sudah mantap dengan segala persiapan, ada yang katanya tidak belajar karena lagi sibuk buat urusin nikahan, macam- macamlah cerita mereka. Saya tetap berusaha tenang untuk mengatasi rasa gugup dan deg-degan yang sebenarnya tak terbendung lagi. Dan setelah penjelas tes selesai, dipanggillah kita untuk memasuki ruang keramat,ruang ujian, atau lebih tepatnya ruang eksekusi.
        Sebelum masuk, kita digeledah terlebuh dahulu. Jangan sampai ada yang bawa catatan atau jimat dan sejenisnya.iyah..jimat.kali masih ada ditahun modern ini. Tas, handphone dan semua peralatan disimpan dalam satu ruangan khusus. Yang boleh dibawa masuk cuma pensil, KTP, FAN kartu ujian. Selebihnya No.
    Masuklah saya di ruangan penuh computer nan dingin itu. Entah mengapa, menurut saya dari situlah babak baru dimulai. Mulai dari pemilihan komputer.kenapa? Karena kita milih sendiri mau duduk dimana. Dan soal ditiap- tiap komputer itu beda- beda. Jadi benar- benar digiring oleh takdirmu. Saya memilih duduk di komputer bagian belakang.kenapa? Karena disitu masih kosong. Dan seolah ada sesuatu yang menggerakkan kaki saya kesana.
       Duduklah saya menatap komputer di hadapan saya. Belum boleh ada aktifitas sebelum ada instruksi dari panitia. Perasaan kala itu sudah tidak bisa dirangkum.Tegangnya ada, mulesnya ada, ditambah ruangan yang dingin bikin beser, semuanya campur aduk. Saat itu yang saya lakukan hanya berdoa, dan banyak beristigfar.
      Petugaspun mulai memberikan instruksi untuk login terlebih dahulu,kemudian langsung mengerjakan soal. saya mencoba login dengan akun yang saya gunakan untuk mendaftar. Bismillah... password salah.saya mengulanginya kembali. Masih salah. Saya mulai panik. Saya ulangi lagi, masih juga salah. Sayapun mengangkat tangan, dan akhirnya panitia datang. Ternyata saya memang memasukkan passwor yang salah. Harusnya saya memasukkan password yang tertulis di kartu ujian yang diberikan oleh panitia. Bukan password saat pendaftaran login CPNS. Baik. Saya kurang fokus. Setelah berhasil login, saya tidak langsung mengerjakan soal. Saya melirik kanan kiri saya, mereka sudah di soal ke lima. Saya bersandar sejenak, berusaha untuk tetap tenang. Sambil menghela nafas panjang, saya berdoa, Ya Allah... jika ini baik untuk saya, maka dekatkan. Tapi jika buruk, maka jauhkanlah.Bismillah. saya mulai mengerjakan soal.
         Dimulai dari tes TWK. saya masih ingat jelas soal pertama yang saya dapatkan adalah rumusan Pancasila yang diusulkan oleh Soekarno. Alhamdulillah, saya khatam dengan soal itu. Soal-soal TWK selanjutnya kebanyakan pasal- pasal. Alhamdulillah, hasil belajar yang dibacakan oleh sepupu saya masih terbanyang- bayang. Jika mendapati soal yang sulit, saya langkahi dan memilih soal yang lebih mudah. Menurut saya untuk mengefisienkan waktu. Memasuki soal TIU, Alhamdulillah lagi saya dapat banyak soal deret. Yang menurut saya lumayan saya kuasai dibandingkan soal cerita yang lain. 45 menit tersisa, saya langsung melangkah ke soal TKP. Sekitar 15 menit saya menyelesaikan soal- soal TKP. Masih ada 30 menit tersisa. Saya kembali ke soal- soal yang saya skip tadi. Keuntungan kita di tes CAT, karena tidak ada sistem minus. Jadi dijawab saja semuanya. Kali aja jawaban tebak- tebakan kita betul. Toh jika salah juga tidak ada pengurangan nilai. 
       Sekitar 10 menit tersisa, saya masih ounya beberapa soal TIU yang belum terjawab. Dengan ilmu cocoklogi, saya berusahaa menjawab keima soal tersebut. 2 menit tersisa saya sudah menyelesaikan semua soal-soal.tapi belum berani untuk mengklik tombol selesai. Peserta di samping kiri saya sudah bersorak, Horeeee...saya lulus. Saya semakin deg- degan. Teman di samping kanan saya, tidak lulus. Ya Allah... seolah ada batu berat yang menindih tangan saya. Susaaahh sekali untuk mengklik selesai. Kemudian petugas mengatakan, silahkan diklik selesai bagi yang sudah mengerjakan soal, toh cepat atau lambat pasti nilainya bakal keluar. Hufftt.... Bismillah... dengan menutup mata dan perasaan bergemuruh, saya beranikan diri menekan tombol selesai. SELAMAT NILAI ANDA MEMENUHI PASSING GRADE.
    Saya tidak tahu bagaimana mau menggambarkan perasaan saya saat itu. Secepat kilat saya menuliskn nilai di kertas ujian.nilai yang menurut saya adalah nilai mujizat. Bagaimana tidak, nilai TIU saya pas dengan standar passing grade. Setelah itu saya kemudian balik kanan keluar ruang ujian. Saya langsung mengambil tas di ruangan sebelah. Rasanya pengen cepat- cepat turun ke parkiran dan memberitahu suami saya. Panitia seleksi sudah menunggu di depan ruangan. Diantara mereka ada yang bertanya pada saya, " bagaimana hasilnya?" Dengan senyum sumringah saya menjawab, "lulus bu". Saya menuruni anak tangga dengan berlari. Dari lantai 3 tempat ujian ke lantai satu, saya seolah tidak melewati anak tangga apapun saking senengnya. Sesampai di parkiran, ada beberapa teman dosen saya yang manggil. " bagaiman hasilnya?" Saya menjawab " Alhamdulillah lulus". Mereka memberi ucapan selamat. Setelah itu, sayapun menuju ke mobil. Dengan amat sangat bahagia dan bangga, saya memberitahu suami saya, " lulus dong sayang".
 (Bersambung)

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...