Minggu, 05 Juli 2020

“New (Up)Normal” versi Indonesia



Kali ini saya tertarik untuk menulis tentang tema New Normal atau Kenormalan Baru. Hal ini terinspirasi dari beberapa kejadian viral di dunia maya yang menghebohkan sepekan terakhir ini. Salah satunya foto masyarakat yang sedang antri panjang untuk mendapat kesempatan berolahraga di GBK. Pertama kali melihat foto tersebut, perasaan saya campur aduk dan dipikiran saya muncul banyak sekali pertanyaan. Kira- kira apa harapan mereka sampai rela antri panjang bagaikan ular demi berolahraga di GBK? Apakah ada doorprize mobil mewah atau jaminan masuk surga gratis? Masa iya tidak ada tempat lain? Bukankah olahraga bisa dimana saja? di kompleks perumahan atau bahkan di dalam rumah sekalipun, sangat bisa.  Ahh… mungkin mereka hanya butuh piknik. Itu pikiran pendek saya saat itu.

 

Belum terjawab rasa penasaran saya, beberapa hari kemudian kembali muncul fenomena tiga orang ibu-ibu berbaju kuning dan sepatu kuning bertiktok ria di jembatan suramadu. Mereka menari  dengan gemulai. Mengingatkan saya pada group kasidah rebanah Tujuh belasan.  Aduh ibu, kenapa menari  di jembatan sih? Kalau jatuh bisa ngambang loh. Pakai baju kuning pula.

 

Alhamdulillah, pagi ini saya mendapatkan jawabannya saat menyaksikan tayangan berita CNN di televisi. Menurut seorang sosiolog Universitas Indonesia, saat ini masyarakat mengalami “Cabin Fever”. Ini adalah sebuah kondisi dimana seseorang harus mengisolasi diri dalam waktu lama dengan berbagai permasalahan internal dan eksternal.  Contoh faktor internal diantaranya ketidak harmonisan keluarga, atau tidak ada fasilitas yang menunjang kegiatan di rumah. Sedangkan faktor eksternal Misalnya ketidak puasan dengan kebijakan yang ada, atau faktor budaya yang melatar belakangi. Mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang berkumpul dan berkerumun.  Menurut PR Manager GBK, masyarakat yang datang ke GBK dan betul-betul berolahraga hanya 40 persen. Sedangkan yang 60 persen lebih ke piknik dan berswafoto.

 

Dari fenomena tersebut, tentunya kita dapat mengambil banyak pelajaran. Istilah “ manusia adalah mahluk sosial” bukan hanya sekedar istilah, melainkan sebuah fakta yang terpampang nyata. Manusia tidak bisa hidup tanpa bersosialisasi dengan orang lain seintrovert apapun pribadinya. Hewan yang tidak dibekali dengan akal pikiranpun jika dikurung akan mengalami stres, apalagi manusia yang dibekali dengan akal, pikiran, dan perasaan yang sering Baper. Baru juga menjadi tahanan rumah selama 3 bulan sudah stress, bagaimana jika 3 tahun?

 

Kenormalan Baru atau lebih dikenal dengan istilah New Normal  adalah, kondisi yang terjadi sebagai upaya kesiapan untuk melakukan aktivitas di luar rumah secara optimal pascapandemi berlangsung. masyarakat dituntut untuk kooperatif dengan aturan yang ada  agar dapat beradaptasi dengan perilaku yang baru. Pandemi belum sepenuhnya berakhir, namun kehidupan harus terus berlanjut. New Normal adalah upaya yang kita lakukan sebagai bentuk pemutusan mata rantai COVID-19 dan upaya untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Tentunya semua pihak harus bersinergi agar dapat melewati semua musibah ini. New normal bukan berarti kita dapat dengan bebas melakukan aktivitas di luar rumah seperti dahulu kala. Aktivitas dari rumah masih lebih diutamakan sampai kondisi betul- betul kondusif atau vaksin telah ditemukan.  Oleh karena itu, mari tetap bijak menyikapi segala kebijakan pemerintah. Tetap jaga kesehatan fisik maupun mental, agar kita tetap menjadi manusia yang Normal di Era New Normal.


12 komentar:

  1. Up normal lagi trend di era new normal🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin ngiler makan mi di uonormal.wkwkwkwkwk

      Hapus
  2. 👍 hebat tulisannya. semoga kita sll jd manusia normal di tengah ketidak normalan.

    BalasHapus
  3. Situasi blm normal, tp masyarakat menganggap sdh normal dan menjadikan keadaan ini sekedar untuk menghilangkan stres dgn berpiknik dan berswafoto.
    Ngomong2. Sdh qt kirim tulisanta di buku kolaborasi new normal de?

    BalasHapus
  4. Betul bu... justru semakin bahaya.krn masyarakat sudah keluar rumah semua.

    Iyee sudah ibu..

    BalasHapus
  5. Mantap dinda..miris melihat keadaan new normal, para ibu berjoget cari sensasi akhirnya dapat sanksi

    BalasHapus
  6. Sebagian dari masyarakat Indonesia sepertinya bukan mengikuti new normal tapi kembali normal k'..

    BalasHapus

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...