Senin, 20 Juli 2020

PUBLIC SPEAKING (The Power to Gain Public Attention) Part 2

Tulisan kali ini akan membahas lebih detail tentang cara- cara atau kiat- kiat yang dapat dilakukan untuk menjadi the great Public Speaker. Tapi saya perlu meluruskan terlebih dahulu bahwa saya juga masih terus belajar untuk menjadi seorang public speaker yang baik. Intinya mari kita belajar bersama. Teknik pertama yang perlu dipelajari adalah teknik olah vokal. Why? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, modal utama seorang public speaker adalah suara. Lalu teknik vokal yang seperti apa? Apakah seperti penyanyi? Yah boleh dikatakan tidak jauh berbeda. Tetapi tidak seribet teknik olah vokal seorang penyanyi. Sebenarnya tujuan utama seorang public speaker melakukan olah vokal adalah, agar produksi suara yang keluar terdengar lebih bulat, dalam artian tidak cempreng. Tentunya tipe- tipe suara tiap orang akan berbeda beda. Ada yang nyaring, ada yang sumbang, ada yang bulat, ada yang cempreng.  Maka bersyukurlah orang – orang yang diberikan anugerah berupa suara yang indah dari lahir. Artinya, modal utamanya sudah ada, tinggal dipoles sedikit agar produksi suara terdengar lebih bulat. Lantas bagaimana dengan suara cempreng? Tentunya itu bukan akhir dari segalanya. Sebab dengan teknik olah vokal yang konsisten dan keinginan luhur, maka suara yang cempreng dapat berubah menjadi suara yang bulat. olah vokal juga bertujuan untuk melatih artikulasi agar apa yang disampaikan  terdengar lebih jelas. berbagai macam teknik olah vokal dapat anda lakukan sendiri di rumah, tentunya dengan bantuan paman Youtube.

Teknik kedua yang juga tidak kalah penting untuk dipelajari adalah gesture atau bahasa tubuh. Pada saat kita berbicara di depan umum, anggota tubuh khususnya tangan akan bergerak  tanpa disadari. Karena grogi, biasanya tangan kita akan menggaruk- garuk bagian tubuh lain meskipun tidak gatal.  Meski hal tersebut kadang terjadi diluar kontrol, namun bukan berarti hal tersebut tidak dapat dikendalikan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol gerakan tangan saat kita berbicara,  misalnya  memegang sebuah kertas atau catatan. Jika anda perhatikan news ancor di sebuah program televisi, kebanyakan dari mereka memegang catatan kecil ketika mereka berdiri, dan ketika mereka duduk, tangan mereka akan memegang sebuah mouse atau remote control. Salah satu fungsi dari benda- benda tersebut yaitu untuk mengontrol gerakan tangan. Jika kita memperhatikan pak Mario teguh di sebuah program acara televisi, cara dia berbicara sambil berjalan di atas panggung, kemudian sesekali membungkuk saat berinteraksi dengan penonton, bertepuk tangan, dan lain sebagainya, tentunya kita melihat sebuah penampilan yang dinamis, dimana ada sinkronisasi antara bibir dengan anggota tubuh yang lain sehingga menarik untuk disaksikan.

Teknik selanjutnya adalah eye contact. Kontak mata sangat menentukan seberapa yakin orang lain dengan apa yang kita sampaikan. Ada pepatah yang mengatakan, bibir bisa saja berbohong tapi mata tidak bisa berbohong.  Ketika seseorang yakin dengan apa yang dia sampaikan, maka matanya akan terlihat berbinar- binar penuh keyakinan. Sebaliknya,ketika dia tidak yakin, maka  sorot matanya akan meredup. saya pernah mendapatkan ilmu jitu tentang pandangan mata dari seorang dosen di bangku kuliah. Beliau mengatakan seperti ini,” ketika kalian ingin meyakinkan dan menundukkan orang lain dengan apa yang kalian sampaikan, jangan menatap matanya. Tapi tataplah di atas keningnya”.  Saya tidak pernah melupakan kalimat itu dan seringkali saya praktekkan.  Jika anda penasaran dengan hasilnya, silahkan anda praktekkan sendiri.

Berbicara tentang mimik wajah, tentunya audience akan lebih menyukai seorang public speaker yang murah senyum dibandingkan yang mahal senyum. Namun bukan berarti kita harus tersenyum tanpa henti   disepanjang penampilan. Orang akan mengira kita mengalami gangguan jiwa  jika senyum tanpa alasan. Public speaker handal akan tahu kapan waktunya tersenyum, kapan waktunya memasang muka serius, kapan harus tertawa, dan kapan harus memasang ekspresi sedih. Istirahat yang cukup sebelum presentasi penting untuk dilakukan agar wajah terlihat fresh saat presentasi.

Love at the first sight, adalah alasan  mengapa penampilan itu penting bagi seorang public speaker. Maka jangan heran, jika seorang public speaker professional  rela menyewa seorang fashion stylish untuk setiap penampilannya di atas panggung.Namun perlu diluruskan bahwa penampilan yang mahal bukanlah definisi dari penampilan yang baik. Mampu memadu padankan atasan dan bawahan sehingga menarik dipandang mata tidak selamanya membutuhkan budget yang besar.

Keterampilan  berbahasa juga harus dimiliki oleh seorang public speaker. Penguasaan beberapa bahasa tentunya menjadi nilai lebih, khususnya  bahasa Inggris. Selain memudahkan berkomunikasi di atas panggung, kemampuan menguasai beberapa bahasa juga dapat menambah rasa percaya diri seorang public Speaker. Keterampilan berbahasa menentukan sampai tidaknya pesan yang ingin disampaikan ke audience. public speaker harus kaya akan kosakata agar tidak kehabisan bahan saat berbicara di depan umum. Hal yang dapat dilakukan agar kita kaya akan kosakata tentunya rajin membaca dan menonton tayangan yang bermanfaat.

Tentunya masih banyak lagi hal yang harus diperhatikan agar seseorang dapat sukses dengan public speaking.  Selain beberapa teknik diatas Melakukan latihan dan persiapan yang  matang sebelum presentasi juga penting untuk dilakukan. Kemudian yang tak kalah penting untuk diingat bahwa,segala sesuatu yang kita lakukan harus dilakukan dengan hati agar hasilnya juga  maksimal. Dan yakinlah bahwa seorang public speaker yang hebat tidak lahir dari satu atau dua kali kegagalan presentasi, tapi ratusan bahkan ribuan kali kegagalan sebelum mencapai puncak kejayaan.

8 komentar:

MEDIA SOSIAL DAN DEKADENSI MORAL

  Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial banyak digandrungi semua kalangan. Dalam hitungan detik, informasi ...