Tulisan kali ini
akan membahas lebih detail tentang cara- cara atau kiat- kiat yang dapat
dilakukan untuk menjadi the great Public
Speaker. Tapi saya perlu meluruskan terlebih dahulu bahwa saya juga masih
terus belajar untuk menjadi seorang public speaker yang baik. Intinya mari kita
belajar bersama. Teknik pertama yang perlu dipelajari adalah teknik olah vokal.
Why? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa, modal utama seorang public
speaker adalah suara. Lalu teknik vokal yang seperti apa? Apakah seperti
penyanyi? Yah boleh dikatakan tidak jauh berbeda. Tetapi tidak seribet teknik
olah vokal seorang penyanyi. Sebenarnya tujuan utama seorang public speaker
melakukan olah vokal adalah, agar produksi suara yang keluar terdengar lebih
bulat, dalam artian tidak cempreng. Tentunya tipe- tipe suara tiap orang akan
berbeda beda. Ada yang nyaring, ada yang sumbang, ada yang bulat, ada yang
cempreng. Maka bersyukurlah orang –
orang yang diberikan anugerah berupa suara yang indah dari lahir. Artinya,
modal utamanya sudah ada, tinggal dipoles sedikit agar produksi suara terdengar
lebih bulat. Lantas bagaimana dengan suara cempreng? Tentunya itu bukan akhir
dari segalanya. Sebab dengan teknik olah vokal yang konsisten dan keinginan
luhur, maka suara yang cempreng dapat berubah menjadi suara yang bulat. olah vokal juga bertujuan untuk melatih artikulasi agar apa yang disampaikan terdengar lebih jelas. berbagai macam teknik olah vokal dapat anda lakukan sendiri di rumah, tentunya dengan bantuan paman Youtube.
Teknik kedua
yang juga tidak kalah penting untuk dipelajari adalah gesture atau bahasa
tubuh. Pada saat kita berbicara di depan umum, anggota tubuh khususnya tangan
akan bergerak tanpa disadari. Karena grogi,
biasanya tangan kita akan menggaruk- garuk bagian tubuh lain meskipun tidak
gatal. Meski hal tersebut kadang terjadi
diluar kontrol, namun bukan berarti hal tersebut tidak dapat dikendalikan. Banyak
hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol gerakan tangan saat kita
berbicara, misalnya memegang sebuah kertas atau catatan. Jika anda
perhatikan news ancor di sebuah program televisi, kebanyakan dari mereka
memegang catatan kecil ketika mereka berdiri, dan ketika mereka duduk, tangan
mereka akan memegang sebuah mouse atau remote control. Salah satu fungsi dari
benda- benda tersebut yaitu untuk mengontrol gerakan tangan. Jika kita
memperhatikan pak Mario teguh di sebuah program acara televisi, cara dia berbicara
sambil berjalan di atas panggung, kemudian sesekali membungkuk saat berinteraksi
dengan penonton, bertepuk tangan, dan lain sebagainya, tentunya kita melihat
sebuah penampilan yang dinamis, dimana ada sinkronisasi antara bibir dengan
anggota tubuh yang lain sehingga menarik untuk disaksikan.
Teknik selanjutnya
adalah eye contact. Kontak mata sangat menentukan seberapa yakin orang lain dengan
apa yang kita sampaikan. Ada pepatah yang mengatakan, bibir bisa saja berbohong
tapi mata tidak bisa berbohong. Ketika seseorang
yakin dengan apa yang dia sampaikan, maka matanya akan terlihat berbinar- binar
penuh keyakinan. Sebaliknya,ketika dia tidak yakin, maka sorot matanya akan meredup. saya pernah
mendapatkan ilmu jitu tentang pandangan mata dari seorang dosen di bangku
kuliah. Beliau mengatakan seperti ini,” ketika kalian ingin meyakinkan dan
menundukkan orang lain dengan apa yang kalian sampaikan, jangan menatap
matanya. Tapi tataplah di atas keningnya”. Saya tidak pernah melupakan kalimat itu dan
seringkali saya praktekkan. Jika anda
penasaran dengan hasilnya, silahkan anda praktekkan sendiri.
Berbicara tentang
mimik wajah, tentunya audience akan lebih menyukai seorang public speaker yang
murah senyum dibandingkan yang mahal senyum. Namun bukan berarti kita harus tersenyum
tanpa henti disepanjang penampilan. Orang akan mengira
kita mengalami gangguan jiwa jika senyum
tanpa alasan. Public speaker handal akan tahu kapan waktunya tersenyum, kapan
waktunya memasang muka serius, kapan harus tertawa, dan kapan harus memasang
ekspresi sedih. Istirahat yang cukup sebelum presentasi penting untuk dilakukan
agar wajah terlihat fresh saat presentasi.
Love at the first
sight, adalah alasan mengapa penampilan
itu penting bagi seorang public speaker. Maka jangan heran, jika seorang public
speaker professional rela menyewa
seorang fashion stylish untuk setiap penampilannya di atas panggung.Namun perlu
diluruskan bahwa penampilan yang mahal bukanlah definisi dari penampilan yang
baik. Mampu memadu padankan atasan dan bawahan sehingga menarik dipandang mata
tidak selamanya membutuhkan budget yang besar.
Keterampilan berbahasa juga harus dimiliki oleh seorang
public speaker. Penguasaan beberapa bahasa tentunya menjadi nilai lebih,
khususnya bahasa Inggris. Selain memudahkan
berkomunikasi di atas panggung, kemampuan menguasai beberapa bahasa juga dapat
menambah rasa percaya diri seorang public Speaker. Keterampilan berbahasa
menentukan sampai tidaknya pesan yang ingin disampaikan ke audience. public
speaker harus kaya akan kosakata agar tidak kehabisan bahan saat berbicara di
depan umum. Hal yang dapat dilakukan agar kita kaya akan kosakata tentunya
rajin membaca dan menonton tayangan yang bermanfaat.
Tentunya masih
banyak lagi hal yang harus diperhatikan agar seseorang dapat sukses dengan
public speaking. Selain beberapa teknik
diatas Melakukan latihan dan persiapan yang
matang sebelum presentasi juga penting untuk dilakukan. Kemudian yang
tak kalah penting untuk diingat bahwa,segala sesuatu yang kita lakukan harus
dilakukan dengan hati agar hasilnya juga maksimal. Dan yakinlah bahwa seorang public
speaker yang hebat tidak lahir dari satu atau dua kali kegagalan presentasi,
tapi ratusan bahkan ribuan kali kegagalan sebelum mencapai puncak kejayaan.

Super sekali dinda
BalasHapusTerima kasih bu
HapusInspiratif
BalasHapusTerima kasih pak..
HapusMain mata jadi kunci ternyata dalam berbicara
BalasHapusSelamat mencoba pak Doktor... 😁😁
HapusMantap de
BalasHapusTerima kasih bu.. masih harus banyak belajar lagi..🤭🤭
Hapus